Outstep, punk rock Bogor saat tampil di Rock In Rain “Kolabogorasi”.

Artikel & Foto : Anggitane

[HujanMusik!], Bogor – Sorot lampu terlihat saling silang mendatangi kerumunan. Seolah memberi petunjuk bahwa waktu bagian Karadenan, Sukaraja, Bogor tengah berderak tanda adanya keramaian. Momentum perjumpaan para penyuka rock/punk 2000an, distorsi kenangan semasa putih abu menjadi keseharian pertumbuhan para penggiatnya. Berbekal amunisi 12 band pilihan, Sabtu, 29 Juni 2019 di Pendopo 108 Karadenan, “KOLABOGORASI LAUNCHING PARTY” dihelat menemui konstituennya.

“KOLABOGORASI” merupakan serial lanjutan dari kompilasi Rock In Rain setelah pada awal 2018 lalu meluncurkan “Anthemic Hits Compilation. Sebuah album kompilasi yang memuat karya 12 band rock se-Bogor Raya. Meraka adalah Lepas Landas, Mary Ann, The Power Puff Boyz, Rover Skin, Superiots, Topi Jerami, Try To Wake Up, My First Wet Dream, Outstep, Yats!, The Luxitania dan Hidden Message.

Sebuah album kompilasi yang diproduksi kolektif Rock In Rain dengan semangat meramaikan Bogor dengan dentuman distorsi penuh energi. Dan Sabtu lalu menjadi bukti aksi KOLABOGORASI menjadi duta penjaga asa bahwa rock tak pernah padam di kota hujan.

Simak! : Rock In Rain 2018, Kembalinya Karya Legenda Musik Kota

MC Rama adalah sosok pertama yang saya jumpai di venue setelah legenda event kawakan, Erick ‘Sireum’. Sesaat sebelum terlibat perbincangan singkat dengan Yoga ‘Rock In Rain, Rama mengkonfirmasi bahwa Superiots tengah bersiap dibelakang venue. Sebelumnya panggung level intim itu telah dipanaskan oleh Yats!, Try To Wake Up, My First Wet Dream dan Roverskin.

Cuaca malam sangat mendukung untuk sedikit gerak badan dalam kegembiraan. Diluar panggung, momentum launching party ini juga dimanfaatkan sebagai ajang perjumpaan antar teman. Tampak wajah-wajah penggiat skena kota lainnya berkumpul dan saling mendukung dengan cara masing-masing.

Tanpa banyak basa-basi, panggung kembali ramai selepas Superiots mengakhiri suguhannya. Kali ini Hidden Message mengambil alih pusat perhatian. Setelah menuntaskan beberapa nomor familiar dan tentunya lagu dalam kompilasi, giliran The Power Puff Boyz tampil menggetarkan panggung yang mengambil setting pada salah satu halaman fasilitas gedung di Pendopo 108. Sempat terselip aksi premiere “Rock In Rain – Satu Jiwa Satu Hati” Official Music Video. Satu nomor yang tampil pada kompilasi Rock In Rain pertama.

Malam semakin menghujam, sementara udara sekitar berhembus dalam kadar rata-rata. Outstep masih sibuk berusaha membujuk massa untuk merapat dan melepaskan energi bersama-sama pada pungkasan penampilannya. Tugas yang sama untuk Topi Jerami, membujuk crowd sekaligus mengingatkan bahwa malam ini adalah pertunjukan rock.

Luxitania, Lepas Landas dan Mary Ann menjadi aktor berikutnya dengan peran menyempurnakan malam menuju pungkasan.

Pada akhirnya KOLABOGORASI menjadi satu dari sekian petunjuk catatan rock Bogor. Dokumentasi musik penting yang tak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, melainkan noktah bahwa Bogor juga dihuni kolektif musik yang cukup produktif.

Salam kolaborasi.

(Visited 83 times, 1 visits today)