Kraken, unit Metal Bogor yang telah merilis album perdana. Foto : dok.Kraken

Artikel : Anggitane

[HujanMusik!], Bogor – Tensi panggung pertunjukan metal pada suatu April 2019 itu sedang menghangat, barisan pendukung seperti tak berkesudahan meneriakkan nama setiap penampil yang dinantikan. Tak ada guyuran air dari selang pemadam kebakaran layaknya konser besar, semua tertib meski distorsi tak henti-henti mengaum. Kraken, salah satu band metal asal Bogor yang baru menggenapi 3 tahun perjalanan musiknya, tengah menggerinda massa dengan koleksi setianya. Nomor penggerak yang menetapkan Borie (vokal), Hilman (bass), Fahmi (drum), Willy & Dhany (gitar) tetap eksis berkarya hingga album perdana pada Juni 2019.

Simak! : Metal Kraken yang Mengencang

Angka enam (6) menjadi penting bagi kolektif musik keras yang telah mencicipi panggung Hellprint, Jakcloth, Planetrock, Rock Campus dan lainnya itu. Bertepatan dengan hari lahirnya monster lokal berdarah metal itu, Kraken merilis album musik pertamanya bertajuk “Circle Of Life”. Album penguat tentakel distorsi deathmetal, deathcore, anubiscore, hardcore, pun dengan grindcore di Bogor. Penerus jejak metal kota yang bersuara dengan karya.

Resmi beredar pada tanggal 6 Juni, “Circle Of Life” yang direkam di Gubuckgore Records dan di-mixing oleh Ridho (Infitar/Kill Athena) itu menjadi garansi penantian panjang penghuni dan barisan simpatisan Kraken. Memilih menyerahkan penggarapan artwork album kepada 3 seniman muda atas nama Take912 (Jogjakarta), Kevin Ramone (Bogor) dan Killedeey (Cileungsi) dibalik sangarnya Cover dan Art “Circle Of Life”. Representasi keganasan nomor “Zion”, “Kambing Hitam”, “Circle of Life”, ”Lawan”, “Hate”, “Hari Pembalasan”, “Kebal Caci Maki”, “Karma” dan “Hamba Uang”.

Artwork “Circle of Life”

Melalui album “Circle Of Life”, Kraken mencoba bertutur perihal berbagai persoalan yang terjadi di dalam kehidupan, terutama hal-hal yang terjadi disaat mereka mulai menyusun materi “Circle Of Life”. Pandangan tentang berbagai hal yang terjadi dilingkaran kehidupan dan proses berkarya yang dijalani Kraken selama ini. Proses sejak lahir sebagai sebuah band proyek idealis yang tenggelam Bersama distorsi metal tanpa meninggalkan sisi groove sebagaimana Lamb Of God dengan style Growl khas dan macho ala Randy Blythe itu.

Kemampuan Borie sebagai penanggung jawab divisi vokal cukup mampu memberikan kesan macho, berat tanpa meninggalkan artikulasi pada setiap trek album “Circle Of Life”. Menyusul permainan gitar Dhany sebagai pengendali Groove Distortion touch yang memiliki dinamika di setiap sentuhan senarnya. Sementara Willy menempatkan Lead gitar yang rumit namun tetap nyaman untuk ukuran telinga metal. Bassline Hilman yang tidak ingin bermain “aman” menjadi anomali sisipan, menyimpan tune berat ala deathcore dan cepat ala deathmetal. Lalu setelahnya dikawinkan oleh beat-beat solid dan cepat Fahmi sebagai drummer.

Kemunculan “Circle of Life” menjadi titik singgah Kraken berikutnya. Labuhan musik mereka agar bisa diterima oleh khalayak dan dinikmati metalhead seluruh nusantara. Jejak metal mereka telah tercetak untuk tanah kebanggaan, bumi Pajajaran tempat mereka lahir dan tumbuh.

Selamat Kraken!

(Visited 40 times, 1 visits today)