Record Store Day Bogor 2019. Gelaran ketiga yang tetap memancing minat. Foto : @adityaerawan_

Artikel : Anggitane

HujanMusik!, Bogor – Tengah hari baru berlabuh dan menepi, melepas sauh berikut sederet acaman hujan tak berkesudahan. Menghantui aktivitas lalu Lalang manusia dibawahnya yang seolah menolak tunduk. Pada suatu gedung bertingkat berkedok kedai kopi Kemenady di Jl. Pengadilan No.23B, Pabaton, Bogor, sekumpulan anak muda tengah berasyik masyuk dengan kepingan cakram padat dan pita kaset. Mereka tengah merayakan hajatan Record Store Day Bogor 2019. Sebuah perayaan perburuan produk rekaman musik kaset, CD maupun piringan hitam/vinyl. Perayaan pada Minggu, 28 April 2019, berjarak satu pekan dari 21 April.

Sebuah dinamika lingkar hidup musik di Indonesia yang tak akan habis dibahas, sepanjang amunisi kreatif penggiat musik dan skena tetap terjaga. Di Bogor, Record Sore Day 2019 digulirkan Lionglatte Collective dengan niatan memfasilitasi itu. Gelaran kali ketiga yang tak hanya memajang pasar musik, tapi juga menurunkan penampilan musik, bincang musik atau talkshow dan hiburan music selectors.

Simak! : Record Store Day Bogor 2018 : Saat Rilisan Fisik Menolak Punah

Pasar musik berhasil memajang Official Releases Bogor Record Store Day 2019. Rilisan fisik dalam berbagai bentuk, buah karya kolektif musik independen dari Bogor dan sekelilingnya. Dalam catatan yang saya temui ada dokumentasi “Get In” dari Topi Jerami, “Fresh For Jammin” milik Cocktails, “Orbis Alius” karya A Curious Voynich (ACV) dan “Greyscale” milik Diskoteq. Sisanya koleksi band perjuangan tetangga semacam Komunal (Bandung), The Cat Police (tangerang) dan lainnya.

Diluar karya baru, muda-mudi peminat rilisan juga masih bisa mengaduk-aduk koleksi Eternal Store, Demajors Bogor, Toko 34, Necros Records, Anarkopop, Hujan! Rekords, Senengsenengstoree dan Bens & co Records.

Record Store Day Bogor 2019 juga disusupi penampilan musik Wahyusaputro, Ambarila, Altarlogika & Ashes, Topi Jerami dan Sousade. Ambarila merupakan kolektif folk yang tengah berjuang menuntaskan rekaman album perdananya. Sementara Altarlogika & Ashes berhasil menyelesaikan proses kolaborasi hip hop multitafsir dalam “Paska Senyap”. Topi Jerami sendiri sedang hangat-hangatnya merilis “Get In”, chapter pertama dari trilogy GISIRO yang hendak mereka lontarkan. Terakhir ada penampilan Sousade yang memperkenalkan single andalan bertajuk “Song 1”.

Simak! : “Land On Both Feet”, Pesan untuk Bersenang-Senang dari Topi Jerami

Diluar dugaan, bincang musik nyata-nyata menghadirkan keriuhan yang tak kalah seru. Music talk show pertama mengambil tema “Visualisasi Sampul Album dan Panggung Musik”. Menghadirkan seniman Qori Hafiz, Bebe Wahyu, & Ahmad Fauzan (Cycojano) dan di moderatori oleh Gilang Nugraha (Hujan! Rekords). Berlanjut dengan music talk show kedua dengan tema “Jurnalisme Musik dan Dokumentasi Musik di Era Digital”. Disana ada mantan jurnalis Rollingstone Indonesia Pramedya Nataprawira (Agordiclub), Anggitane (HujanMusik!), Agung Laluyan (Figuran Amatir) dan Aditya Rananda (Holding On), serta moderatori oleh Fakhri Zakaria, seorang penulis aktif untuk Pophariini dan Whiteboard Journal.

Menuju pungkasan, acara Record Store Day Bogor 2019 yang dibawakan MC Rinjani Reza & Rizky Putri Utami itu juga diguyur keriaan dengan hadirnya dua penampil music selectors oleh American Furrball and Anton Hijau & Kris Karamba (Emo Night Bogor).

Begitulah, pada akhirnya keriaan itu tak semata milik pemusik, ada ekosistem Bersama penikmat, penjaja dan sederet instrument kreatif lainnya.

Maju terus musik Bogor, Indonesia dan dunia.

(Visited 15 times, 1 visits today)