Skywalker, Jejak Elektronik Atas Nama Prince Husein

Prince Husein, setelah dua tahun kolaborasi dengan musisi lintas genre kini keluar dengan single perdananya. Foto : Lockermedia.

Artikel : Anggitanee

HujanMusik!, Jakarta – Dalam setiap rintisan, cepat-lambat berikut riuh-rendahnya akan sangat bergantung pada kebesaran militansi yang dilakukannya. Saya akan menambahkan dengan “Niat Baik” sebagai ujung awal dari semua usaha. Sama halnya niat baik saya menemukan nama Prince Husein, pendatang baru dalam belantara industri musik tanah air yang pada pertengahan Februari 2019 lalu merilis single debutnya yang diberi judul Skywalker. Sebuah lagu berkarakter kekinian kalau tak mau disebut sangat milenial.

Dikenal sebagai produsen konten untuk channel Youtube, Prince Husein sering dihubung-hubungkan dengan nama besar seorang artis Indonesia yang menjadi saudara sedarahnya. Selepas tampilan pada “The Voice Indonesia” (2016) sebagai pintu masuk ujian musikalitasnya, lantas muncul dalam kolaborasi dengan kolektif Electronic Dance Music (EDM) Weird Genius, seolah menjadi bukti Prince Husein yang mencoba berdiri dengan kakinya sendiri.

Selain Weird Genius, kurun waktu 2017-2018 Prince Husein juga berkolaborasi beberapa artis di industri musik seperti Aydra, Eka Gustiwana, Attila Syah dengan Winky Wiryawan. Kurun waktu pengkaryaan yang menjadi misteri arah musik Prince Husein sendiri.

Simak! : “Abadi”, Sekuel Terusan MORSH Menuju Album Perdana

Lantas penyanyi dan penulis lagu tersebut akhirnya mengeluarkan salah satu karyanya sendiri bertajuk “Skywalker”. Sebuah karya dengan perspektif yang jauh lebih matang. Titik balik karya pada saat tak banyak orang mendengar musik atau karya otentik dari dirinya sendiri.

Skywalker menjadi langkah penciptaan lagu dengan fondasi musik elektronik yang dituju. Fondasi musik elektronik yang berkembang era sekarang, ditambah dengan sentuhan instrumen konvensional dan sangat didominasi oleh permainan gitar listrik ala rock dalam format distorsi mentah.

Pertimbangannya mungkin lebih kepada warna yang layak dan kuat untuk diterima oleh generasi kekinian. Nuansa elektronik, namun tetap menyisipkan distorsi gitar rock sebagai simbol semangat pemberontakan. Sungguh sebuah niatan yang ‘anak muda’ sekali.

Prince Husein menambatkan kualitas debutnya pada tangan seorang produser/DJ yang sudah tidak asing di panggung musik dansa elektronik Indonesia, “Bleu Clair”. Sosok produser yang terlibat dalam produksi “Phone Call”, lagu elektronik lokal yang termonitor di kancah internasional, bahkan masuk dalam radar dua nama besar seperti “The Chainsmokers” dan juga dimainkan oleh “Skrillex”.

Skywalker merupakan perasaan lega seseorang karena akhirnya menemukan cinta sejati yang membuat orang tersebut merasa seolah-olah dapat melakukan hal-hal yang mustahil tanpa adanya keraguan di dalam dirinya, maka dari itu dinamakan “Skywalker”, definisi kiasan dari seseorang yang bisa berjalan di langit,” tulis Prince Husein dalam rilis yang diterima HujanMusik!.

Sebuah kisah tentang bagaimana dua orang menemukan satu sama lain dan membina satu sama lain. Sebuah lagu tentang bagaimana cinta dapat menembus berbagai penghalang yang dihadapi dan membuat seseorang tersebut menjadi versi yang lebih baik dari diri dia sebelumnya, sebuah penyelamatan dari rintangan yang tidak pernah berakhir dan cenderung konstan dalam kehidupan sehari-hari.

Hmmmm…tampaknya seorang Prince Husein benar-benar percaya bahwa cinta dan kasih sayang dapat mengubah dunia, dimulai dari satu orang dalam satu waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *