Ngamen Amal. Sekumpulan seniman, aktivis dan pekerja lepasan menggelar “Malam Solidaritas” untuk Sentani & Nduga. Foto : Istimewa

Artikel : Suryana Ramadhan

HujanMusik!, Bogor – Sepagian di hari Sabtu (30/03) lalu saya tengah disibukkan berbagai hal guna mengurus persiapan acara solidaritas. Sebuah agenda nyata yang dilakukan kolektif multi disiplin yang merilis acara “Malam Solidaritas Sentani & Nduga”. Sabtu, 30 Maret 2019 lalu di Joglo Keadilan, Desa Parakan Salak Parung, Bogor. Mereka menggelar aksi nyata peduli bencana di Papua.

“Malam Solidaritas” menjadi wujud nyata kolektif seniman, aktifis dan lembaga non pemerintah yang bergerak dan peduli dengan bencana banjir bandang di Jayapura dan Nduga. Joglo Keadilan, Forest Watch Indonesia dan Imaginakal memilih mengorganisir relasi dan kenalannya untuk memberikan dukungan nyata, sedikit lebih baik dari sekedar ikon jempol di social media. Malam itu kalangan pelaku seni hingga penjual kopi berkumpul menyingsingkan ego demi memaknai nilai acara malam itu.

Sederet nama-nama penting turut berkontribusi dalam sesi charity ini. Sebut saja HLMN yang beberapa waktu lalu merilis video klip “Escape” yang menjadi bagian debut album “Bangkit Bersinar” awal tahun lalu. Kemudian ada Vikri & My Magic Friend, proyek musik solo seorang Vikri yang lebih dikenal sebagai Komika, presenter dan juga aktor. Pemilik #albumsederhana yang mempopulerkan single “Langkah”. Selain dua nama tersebut sebelumnya masih ada Ritanti Utomo dan Imagi Nakal yang turut berbagi panggung.

Simak! : HLMN, Pengusung Rock Aroma Punk dari Perbatasan Bogor

“Malam Solidaritas” juga memanggungkan beberapa sosok diluar musik seperti penulis Bernard Agapa yang menampilkan mop Papua. Juga Dewi Nova yang membacakan beberapa puisi. Sementara Ikatan Mahasiswa Papua (IMAPA) Bogor memilih menampilkan tarian Papua sebagai jembatan suasana bahwa “Malam Solidaritas” berbicara tentang bencana di Papua.

Berkat inisiasi dari beberapa komunitas, acara Malam Solidaritas mampu menggalang dana Rp. 3.460.000, yang mana dari hasil acara tersebut akan di sumbangkan langsung melalui teman-teman IMAPA Bogor.

Demikianlah, paparan hasil donasi diatas mungkin terlihat kecil, namun ini menjadi penanda bahwa pesan aksi nyata bisa dilakukan tanpa banyak pergunjingan. Berkarya sekaligus berdonasi bukanlah embel-embel gagah-gagahan.

Jika berbuat nyata itu bisa, kenapa menunda-nunda.

[Artikel dituliskan kembali oleh HujanMusik! berdasarkan penuturan kesaksian Suryana Ramadhan dari lokasi acara]

(Visited 4 times, 1 visits today)