Kavenda luncurkan “Pertikaian Kata”. Foto : dok. Kavenda

Artikel : Rizza Hujan

HujanMusik!, Jakarta – “Manis di depan busuk di belakang” adalah petikan lirik yang diteriakan Kavenda, solois yang baru saja merilis single berjudul “Pertikaian Kata”. Saat mendengarkan lagu ini saya tersentak kemudian jatuh cinta. Komposisi musik modern alternatif rock yang diusung Kavenda begitu menggetarkan telinga, liriknya pun langsung menusuk perasaan. Bukan berarti saya termasuk orang munafik seperti yang diancam Kavenda melalui lagu ini. Tapi semangat pemberontakan dan amarah Kavenda dalam persembahan pertamanya ini memang begitu terasa.

Sudah biasa dan banyak cerita hak yang tak dibayarkan semestinya. Dengan kalimat itu Kavenda seolah ingin menyatakan kegelisahan yang dirasakan olehnya juga lingkungan terdekatnya.

“Pertikaian Kata” memang didasari cerita yang didapat Kavenda dari teman-temannya. Lagu ini mengisahkan tentang hak yang belum didapatkan oleh mereka yang diperlakukan tidak adil di tempatnya bekerja. Satu kondisi sosial yang umum terjadi.

Munafik menjadi pilihannya, berwajah manis pada semua. Sebuah satir menohok dari Kavenda yang mengajak Anda Perdana, vokalis Matajiwa dalam menyanyikan lagu ciptaannya sendiri ini. Diksi sederhana namun tepat sasaran. Dibumbui teriakan khas Anda, menjadikan kalimat tersebut begitu tajam dan menyerang dengan ganas.

Manis di depan nusuk di belakang. Penggalan lirik yang menjadi reffrain “Pertikaian Kata” diulang cukup sering. Mungkin sengaja, sehingga akan tertanam dengan kuat di limbic system pendengarnya. Dan berhasil sih menurut saya. Lirik sederhana namun tajam milik Kavenda lebih hidup dengan iringan musik progresif garapan Boy Tondo, seorang arranger kepercayaan Kavenda yang juga pernah menjadi personil Noah. Menilik kedua nama yang diajak menunjukkan keseriusan Kavenda guna menggempur dunia musik Indonesia.

Cover-artwork Kavenda

Hidup kita di dunia bukankah harus bermakna, saling cinta dan percaya lepas dari semua tipu daya. Kejelian Boy Tondo dalam menentukan lirik mana yang harus dibawakan Kavenda dan Anda harus mendapat apresiasi. Barisan lirik diatas dinyanyikan dengan lantang oleh Anda hingga terasa lebih bermakna. Buat saya, kalimat itu menjadi kunci dari pesan moral yang ingin disampaikan Kavenda pada semua orang yang mendengarkan musiknya. Sebagai manusia, kita harus menepati janji yang pernah diucapkan dan kita wajib menghargai sesama sehingga hidup kita di dunia akan lebih bermakna.

Simak! : “Panggung Wayang Akustik Anti Mainstream”

Sebagai pecinta musik rock, saya berterima kasih pada Kavenda yang telah memberikan warna baru. Harapan saya, “Pertikaian Kata” akan jadi referensi bagi mereka penikmat musik yang bosan dengan sajian yang itu-itu saja. Saya tidak ingin menjadi orang yang manis di depan tapi menusuk di belakang. Saya cuma mendengarkan Kavenda yang menyarankan untuk menjadi manusia baik sehingga hidup akan terasa lebih bermakna. Wah.. Saya jadi mengulang-ulang lirik lagu ini. Ya bagaimana lagi, memang benar kata Kavenda dan Anda.

(Visited 8 times, 1 visits today)