Jeans Roek, kolektif punk n roll Bogor ini segera rilis album ke-3 & 4 bersamaan. Foto : @adamsaleh96

Artikel : Anggitanee

HujanMusik!, Bogor – Kemarau hujan di Bogor tampaknya tak menjadi halangan untuk pemuja punk dan rock n roll semacam Jeans Roek merilis karya tambahan. Karya lanjutan sejak terakhir muncul dengan album ke 2 mereka bertajuk “Here We Are Shut Your Mouth” tahun 2016. Akhir 2018 silam, band yang sering meramaikan panggung anak muda sejak 2010 itu mengirim sinyal album ketiga dengan single “Kedamaian yang HIlang”, berikut video klipnya.

Masih dalam keluarga kebebasan berekspresi, Jeans Roek sepertinya merasa bebas-bebas saja memiliki rencana merilis dua album dalam satu waktu rilisan. Bak kuda liar kelebihan tenaga, setelah “Kedamaian yang Hilang” untuk album ke-3 “For all my friends I”, baru-baru ini mereka merilis single terbaru dari album ke-4 mereka yang berjudul “Bersamaku”.

“Kedamaian yang Hilang” resmi rilis per 18 November 2018 lalu. Adalah lagu kolaborasi dengan def pistols, penyandang gelar vokalis pada band bernama Letterbomb. Model percontohan yang bakal hadir pada album ke-3, dimana beberapa musisi lokal juga dilibatkan sebagai kolaborator maupun perbantuan. Lagu tersebut merupakan sebuah mahakarya Letterbomb digarap ulang Jeans Roek dengan nuansa dan warna baru.

Sementara “Bersamaku”, adalah karya terbaru yang akan melilit album ke-4 bertajuk “For all my friends II”. Dalam selebaran siaran pers yang mereka sebarkan, Jeans Roek mengklaim bahwa “Bersamaku” menjadi nomor kontoversial dari Dayen Morrison, vokal cum pemain gitar untuk The Densmore, yang mempercayai materi tersebut digarap kembali oleh Jeans Roek lewat mimpinya bagaimanapun caranya.

Sebuah lagu yang bertutur cara menikmati dan menjalani hidup apa adanya, menuju cuek dan menjurus bodo amat. Lekat ala rock n roll yang terasa sangat menyenangkan dan memacu semangat hidup manakala tengah banyak masalah. Sehingga kita tidak mengeluh dan menyerah menghadapinya.
Jeans Roek mencoba formula baru dengan kolaborasi bersama Nadya sumarsono ( dan Aguys. Nama tersebut pertama mendukung divisi vocal, sedang nama tersebut kedua mencerahkan warna piano dalam lagu ini. Tak salah jika pada akhirnya warna baru muncul lebih mewah dan megah dari materi-materi Jeans Roek sebelum-sebelumnya.

“Awalnya sih iseng ngajak Nadya sama Aguys buat kolaborasi di materi ini, soalnya kan dari genre aja kita berbeda jauh sama mereka. Dan setelah kita coba ajak dan kasih denger materinya, mereka malah tertarik hahahaha,” ungkap Koran, juru bicara Jeans Roek.
Percampuran yang menarik untuk manusia sejenis Koran (vocal/gitar), Dwi (bass), Nopa (drum) dan Aji (gitar). Nadya sendiri mempunyai basic vokal dengan genre RnB sedangkan Aguys lebih percaya diri memainkan blues.

Diluar rilis single dan jadwal panggung yang melipir, Jeans Roek harus mengejar pekerjaan rumah utama. Merampungkan prosesi dobel album mereka yang tengah kejar Mixing dan Mastering.

Inti musik Jeans Roek memang punk dan rock and roll. Tapi hal ini tidak membuat mereka berhenti mengeksplorasi jenis musik diluar itu. Dari satu album ke album lain, dari satu materi ke materi lain selalu ada upaya membuat kejutan.

Sebagai motor band, sosok Koran sepertinya ditakdirkan untuk tidak kehabisan ide, selalu melakukan sesuatu terkait bandnya. Kini konsistensi itu diuji dengan jadwal rilis album 3 & 4. Saya percaya penyimaknya sudah menanti komposisi khas musik Jeans Roek di panggung-panggung dengan lagu-lagu baru mereka.

(Visited 5 times, 1 visits today)