Ambarila Tampilkan Musik Bercerita di Java Jazz 2019

Ambarila kolektif folk dari Bogor yang menampilkan musik bercerita di gelaran Java Jazz 2019. Foto : dok.Ambarila

Artikel Anggitanee

HujanMusik!, Bogor – Hujan baru saja menuntaskan kegelisahannya, muda-mudi peneduh waktu terlihat bergerak malas. Kesempatan berduaan harus lepas seiring langit cerah menjelang rekah. Saya bisa memahami muka muram sang pria diantara wajah sesal perempuannya. Begitulah waktu, suatu saat ada batas yang mau tak mau akan ditemui. Sama halnya keputusan unit folk melankolis Bogor bernama Ambarila yang memutuskan bertahan dengan konsistensinya. Batas kesabaran berproses diganjar kesempatan bermain di even tahunan Java Jazz Festival 2019, 1 – 3 Maret 2019 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat.

Kabar bermula saat Ambara Handy membuka perbincangan kecil di kawasan Sempur Kaler, Kota Bogor. Cerita impian dan cita-cita kolektif musik binaannya bersama Rila Kristanti menuju titik pencapaian dengan album pertama. Proses rekaman yang kabarnya menuntaskan 8 lagu dari 12 lagu yang disiapkan.

Obrolan nir kopi yang kemudian melipir pada kabar resmi yang disampaikan pengurus ad interim mereka, Suryana “Ncunk” Ramadhan, bahwa Ambarila adalah satu dari sekian penampil di Java Jazz 2019. Kabar yang membanggakan tentunya, satu lagi aset Bogor bidang musik mencatatkan prestasinya membawa nama kota di kancah nasional dengan audien internasional itu. Meski tak mendapat kabar langsung dari Amba dan Rila, anggukan kepala mereka yang menyetujui paparan Ncunk sudah cukup bagi saya untuk turut berbangga.

Sebelum punya album, Ambarila sudah rutin bolak-balik dari panggung acara musik di Bogor, Jakarta dan sekitarnya. Rona folk akustik yang mereka bawa menjadi modal penting berdendang ria bersama kolega muda matang usia.

Suatu waktu, kolektif folk formasi vokal-ukelele dan gitar ini unjuk karya dalam acara In Store Session di Eternal Store, Jalan Padi-Kota Bogor. Suara merdu Rila Kristanti yang berpadu petikan ukulele Ambara Handy dan akustik gitar pendukung, menarik minat salah satu kurator Demajors yang lantas merekomendasikannya untuk tampil di Java Jazz 2019.

Selanjutnya terjadilah apa yang diimpi-impikan. Jumat, 1 Maret 2019 akan dikenang segenap kerabat kerja Ambarila sebagai kalender titik lari pencapaian musik mandiri mereka. Tampil di panggung Demajors – Lobby Stage, Ambarila dibantu gitaris M.Rivan Alviansyah dan storyteller Charissa Nuraini H menghadirkan repertoar lirih yang sarat dongeng petuah.

Konsep musik bercerita yang mereka sajikan tampaknya cukup menarik minat. Siapapun yang hadir dan menatap penampilan mereka rasanya sepakat dan tak berkeberatan dibawa melambung menuju ruang dongeng mereka. Barangkali sesi “Bawang Merah Bawang Putih” menjadi tolak ukur kepandaian mereka mengemas musik dan cerita dalam satu panggung. Mengingatkan masa-masa drama radio berkuasa, sebelum siaran televisi memecah belah konsentrasi generasi kekinian.

Ambarila tampaknya terus merangkak naik, meramaikan folk kota hujan yang terus menghimpun talenta-talenta guna harumkan Bogor untuk sesi-sesi tampilan manis lainnya.

3 thoughts on “Ambarila Tampilkan Musik Bercerita di Java Jazz 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *