Eksploratif Sendu Singo Sembrono untuk Korban dan Penyintas Tsunami

Artwork “Palu Kuat”, single ekploratif nan sendu Singo Sembrono untuk korban bencana.

Artikel : Anggitanee

HujanMusik!, Jakarta – Ekploratif dalam kesenduan, kalimat dalam dua kata plus satu kata sambung tersebut diawal saya jadikan pembuka tulisan. Keterbatasan diksi memaksa menempatkan apa yang sederhana saja. Gambaran memori para personil yang tergabung dalam kolektif Singo Sembrono untuk bencana gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Memori yang lantas mereka wujudkan dalam bentuk lagu bertajuk “Palu Kuat”. Satu lagu yang mereka dedikasikan untuk inisiatif #MusikBeramal.

Singo Sembrono bukanlah barang baru yang mendadak peka. Ingatan Fikridzul dan Arrington de Dionyso berdaulat bersama emosional yang kental terhadap kota Palu. Banyak kerabat dan sahabat yang menjadi korban dan penyintas bencana. Lantas #MusikBeramal digulirkan untuk memberi perhatian, sekaligus harapan untuk memberi kontribusi kepada mereka secara nyata.

Rumah Hutan Drupadi adalah salah satu diantaranya. Tempat yang sering dijadikan lokasi kegiatan berkesenian di Palu menjadi salah satu rumah pengungsi korban dan penyintas bencana Tsunami. Menurut Rio Simatupang yang juga pemilik Rumah Hutan Drupadi, kondisi rumah secara fisik aman karena bangunannya terbuat dari kayu. Hanya saja tembok beton belakang rumah runtuh karena gempa.

“Saat gempa Rumah Hutan Drupadi juga menjadi tempat mengungsi masyarakat sekitar. Suplai air bersih dan toilet, juga pepohonan yang teduh cukup menjadikan Rumah Hutan Drupadi sebagai tempat yang nyaman untuk pengungsi,” ungkap Rio.

Perlu dicatat, Rumah Drupadi hanya salah satu dari sebagian. Masih banyak kerabat dan saudara lainnya yang masih berjuang untuk memulai kembali hidupnya. Untuk itu lewat rilisan swadaya berjudul “Palu Kuat” diharapkan dapat memberikan kontribusi dan sumbangan kepada Rumah Hutan Drupadi. Selanjutnya akan didistribusikan kembali kepada korban dan penyintas bencana tsunami yang membutuhkan di Palu.

Silahkan bantu donasi melalui https://kitabisa.com/musikberamal

“Nantinya hasil amal ini akan disumbangkan untuk Rumah Hutan Drupadi di Palu dan komunitas musik di Selat Sunda, kota Lampung dan Pandeglang yang terdampak Tsunami,” tambah Fikridzul, sebagaimana dikutip dari dari akun instagramnya.

Soal Singo Sembrono, saya memilih meminjam analogi Arrington de Dionyso bahwa mereka memainkan traditional meet experimental musical situation. Analogi seniman asal Amerika Serikat ini berbanding lurus dengan keberadaan Dzulfikri Putra Malawi a.k.a Fikridzul, pemain kendang yang sempat malang melintang bareng Kunokini. Mereka bersama musisi Ronal Lisand dan Pele kemudian merekam “Palu Kuat”secara live dan di-mastering dengan apik oleh Wisnu Prastowo. Nama terakhir adalah seorang rapper, penulis lagu dan produser musik yang dikenal dengan nama Wizzow.

Artwork dikerjakan oleh Rio Simatupang dengan visualisasi pesan yang sangat kuat. “Ada kekuatan besar yang melahirkan, ada kekuatan besar yang mematikan”.

Lagu ini rilis pada 27 Desember 2018 lalu. Mari dengarkan musiknya, segerakanlah beramal setelahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *