Parkdrive Menuju Cahaya Album Ketiga

Parkdrive, pengusung Pop Jazz asal Jakarta ini merilis single “Cahaya” yang menjadi ost. A Man Called Ahok. Foto : dok. Parkdrive

Artikel : Anggitanee

HujanMusik!, Jakarta – Sejumput ingatan berserak dalam benak, menikam memori dan sesekali melumat bayangan masa lalu bersama sebuah nama, Parkdrive. Kelompok musik yang kental memainkan Jazz, Pop, R&B, soul, funk dan Brazilian ini muncul kali terakhir dengan “Cahaya” menjelang akhir 2018, setelah lebih dari sepuluh tahun vakum dari Industri musik Indonesia.

Parkdrive dengan formasi baru, yakni Juno Adhi (synthesizer dan terompet), Rayendra Sunito (drum), Mikuni Gani (vokal), dan Olive Latuputty (vokal) memutuskan bersama kembali untuk menemukan kembali jejak langkah mereka. Meneruskan komitmen menyungguhkan karya-karya baru dan menantang maju performa dan musikalitas mereka.

Melalui “Cahaya” yang ditulis dan dikomposisi pada akhir November 2016, para personil Parkdrive merasa terpanggil untuk berkumpul kembali dengan sebuah tujuan. Yaitu menciptakan karya yang bisa menyinari aura positif tragedi negeri yang telah terjadi. Maka lahirlah lagu “Cahaya” yang berbicara tentang kesetaraan dan ‘harapan’ untuk masa depan yang lebih baik.

“Cahaya” yang ditulis pada masa-masa sengketa penistaan agama tertentu itu telah menciptakan ruang karya, merespon rasa mencekam, rasa tidak adil dan rasa jengah  karena maraknya aneka kepentingan politik, dengan menyangkut-pautkan hal suku, ras dan agama.

Parkdrive tidak sedang berada pada pusaran partisan, “Cahaya” menjadi ungkapan situasi dengan harmonisasi nada yang saling mengisi.

Adalah Mikuni Gani dan Olive Latuputty yang mengawali semua masa karya baru itu. Penciptaan oleh duet vokal dengan dukungan musisi Barry Likumahua itupun sukses menjadikan “Cahaya” sebagai original sountrack film A Man Called Ahok yang tayang di Bioskop pada November 2018. Bulan yang sama dengan rilis single ini pada seluruh platform musik digital.

Bagi pemilik kenangan sepenggal macam saya, sesungguhnya Parkdrive bukanlah sekali mencipta single fenomenal.

Parkdrive yang didirikan pada 2002 di Boston saat ketiga personilnya mentas belajar di Berklee Music College, Boston, Massachusetts, AS ini memulai debut mereka dengan album self titled pada Agustus 2005.

Single pertama “Sekedar Cerita” dari album tersebut mendapatkan sambutan yang baik dari para penggemar musik. Hanya butuh waktu 5 hari single tersebut berhasil menjadikan Parkdrive sebagai MTV Exclusive Artist di bulan Agustus 2005. Lagu tersebut merupakan salah satu lagu yang sering di putar dan masuk ke top chart acara musik, baik TV maupun Radio masa itu. Sama halnya dengan single kedua mereka “Kucoba” yang dirilis pada akhir tahun 2005, juga mendapat respons yang baik dari para penggemar mereka.

Kurun waktu 2005 hingga 2010, tak ada panggung jazz bergengsi yang tak memasukkan Parkdrive pada line up penampil. Sebut saja The Bali Jazz Festival 2005, Jazz Goes to Campus, JakJazz, hingga Java Jazz Festival.

Seperti halnya proses musik dalam sebuah band, Parkdrive pun sempat mengalami beberapa tantangan membawa perubahan pada formasi band. Di pertengahan 2006, Mikuni Gani memutuskan untuk tidak aktif untuk sementara waktu, sehingga membuat Parkdrive harus berkolaborasi dengan beberapa vokalis yang berbeda pada saat itu. Akhirnya, Parkdrive merasakan kecocokan dengan Olivia Latuputty, seorang vokalis jazz muda berbakat yang kemudian resmi menjadi anggota band yang ke-4.

Di awal 2007, kerja keras mereka berbuah album pertama yang mereka rilis secara indie dengan Demajors music, menarik perhatian Universal Music untuk melakukan kerjasama distribusi nasional. Lantas meluncurlah album ‘Repackage’, dengan tambahan tiga karya baru.

Single “Biarkan” menjadi sebuah karya acid jazz yang mencerminkan perkembangan gaya musik mereka. Di album ini mereka pun menampilkan versi akustik dari “Di Atas Awan” yang sangat menonjolkan kehandalan dari vokalis Olivia Latuputty. Terakhir adalah sebuah club remix dari lagu mereka yg berjudulkan “parkdrive” dalam sebuah kolaborasi dengan DeepSound Community (Adroitz Music).

Kembali kepada “Cahaya”, Parkdrive-pun yakin lagu ini akan membawa energy yang positif yang kuat terhadap para pendengarnya. Selanjutnya bisa di terima oleh semua kalangan pecinta musik.

Tahun depan, Parkdrive tampaknya siap untuk terjun ke dunia hiburan dengan album baru.

“Kami sedang menggarap album ke-3 kami dengan warna musik yang masih menjadi ciri khasnya Parkdrive. Kurang lebih, kami akan merekam 9 lagu baru untuk album baru ini. Rencananya, apabila semua berjalan dengan lancar, album ini akan rilis di bulan Maret 2019,” jelas Juno Adhi pada  kumparan.

Jazz cerdas, ringan dan easy listening nan dancy tampaknya akan menjadi cara pandang Parkdrive menuju album ketiganya kelak.

Semoga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *