“Self-Title” dan Petualangan Audio Murphy Radio ke Kanada

Trio Murphy Radio saat bersiap tampil pada Envol et Macadam Festival. Foto : dok.Murphy Radio

Artikel : Anggitanee

HujanMusik!, Quebec, Kanada – Temaram terlihat kuat melingkupi Scanner Bistro di kota Quebec, Kanada pada 6 September 2018 silam. Cahaya konstan nir efek menyorot tetap kearah panggung musik, tempat tiga talenta dari Samarinda bernama Murphy Radio memainkan rumus-rumus math-rock mereka. Interaksi mereka dengan crowd Scanner Bistro dominan oleh riff gitar yang catchy dan emosional.

Venue Scanner di kota Quebec adalah halaman pertama pernampilan mereka pada Envol et Macadam Festival, 6-7 September 2018. Halaman setelahnya mereka tampil intim diruang tengah Leknockout, sebuah record store yang terletak di 832 St-Joseph Est, G1K 3C9 Quebec, Canada.

Murphy Radio berhak berada di Kanada berkat prestasinya tampil sebagai pilihan utama di PLANETROX, sebuah kompetisi musik di yang berlangsung di 10 negara: Kanada, Amerika Serikat, Perancis, Britania Raya, Jerman, Meksiko, Ceko/Slovakia, Jepang, Cina dan Indonesia. Misinya adalah untuk menemukan band-band baru terbaik dan mengekspos mereka kepada khalayak internasional yang lebih luas. Band terpilih akan tampil dalam festival musik alternatif teratas kota Quebec, Envol et Macadam Festival. Event penting bagi artis lokal dan internasional yang menarik lebih dari 20.000 penggemar music dan profesional  industri musik.

Band seperti Bad Religion, Mastodon, Sum 41, Pennywise, Karkwa, The Sounds, Metric, Malajube, Raekwon, Bloc Party, Hatebreed, IAM, The Exploited, As I Lay Dying, No Use For A Name, Lagwagon, Face to Face, Randy, NOFX, Screeching Weasel, Less Than Jake dan Sublime With Rome adalah diantara beberapa performer terkenal yang pernah tampil dan memberikan kepuasan kepada penonton di festival di Envol et Macadam lalu.

Kembali kepada trio instrumental rock Murphy Radio. Penampilan di Kanada merupakan hasil manis lainnya setelah debut album penuh bertajuk “Self-Title” dirilis label independen Singapura. Mereka berjumpa An Atmos Initiative setelah petualangan audio nan matematis selama 4 tahun.

Debut album penuh yang diproduseri oleh Arie Wardhana (Gitaris dari band metal Kapital) ini resmi rilis per tanggal 18 Agustus 2018. Sekaligus rilisan kedua An ATMOS Initiative semenjak memulai record label.

Selayaknya algoritma dalam langkah-langkah/alur pikiran untuk menyelesaikan suatu masalah yang sifatnya logis dan sistematis. Murphy Radio berusaha merunut langkah-langkah/alur pikiran tersebut. Memulai input perdana-nya lewat “Naftalena” EP di tahun 2016. Bermodalkan tiga track mereka menyambangi penikmat baru lewat tur mandiri ke delapan kota di Pulau Jawa. Lalu menabur single “Last Lonely Giant” di tahun 2017, merekam jejak audio-visual lewat video musik “Sport Between Trenches” yang diluncurkan per November 2017. Lantas 10 Agustus 2018 Murphy Radio merilis single lanjutan, “Gracias” sebagai perayaan menuju peluncuran debut album penuh mereka.

“Self-Title” hadir dengan warna yang berbeda baik dari segi karakter sound dan materi lagu. Murphy Radio mulai meminimalisir karakter nan progresif di album ini, dan memilih berfokus pada pendekatan yang emosional dan menurus pada arus energetik. Dengan nuansa twinkle, Midwest-emo dan math rock seperti Clever Girl, Bulletproof Tiger, Don Caballero, Ativin, Shiner, Sabot, P.E.E, serta Hurl. “Self-Title” menjadi sebuah produk audio yang hangat dan memacu saraf simpatik pendengarnya.

Kesemuanya termaktub dalam “No Friends No Master”, “Sports Between Trenches”, “Hippo”, “Blossoms And Paw”, “Summertime Loneliness”, “Gracias” , “Post-Holiday”, “Tired Song”, “Graduation Song” dan “Godspeed”

Sebuah rangkuman dari frase musikal keseharian dan sudut pandang seorang anak perempuan. Fase dari sekolah, kelulusan hingga pendewasaan. Setiap lagu adalah representasi dari luapan emosi yang saling berkelindan merangkum perjalanan emosional dari si anak perempuan tersebut. Momen kesendirian, rasa syukur dan terima kasih kepada keluarga serta kerabat dekat, keterpurukan dari perpisahan, hingga bullying.

Dalam prosesnya gitaris Wendra, drummer Amrullah, dan bassis Aldi Yamin merekam materi mereka di Backstage Studio Samarinda. Proses rekaman untuk album ini dimulai dari bulan Maret 2018, semua pengerjaan audio (mixing dan mastering) juga dilakukan di Backstage Studio oleh Arie Wardhana selaku produser. Untuk artwork di album ini dikerjakan oleh Rahesa Rahmad, ilustrator asal Balikpapan.

“Self-Title” yang dapat dimiliki secara digital dan disimak streamingnya melalui kanal Bandcamp milik An ATMOS Initiative. Format fisik dalam bentuk CD tersedia di Indonesia dengan menghubungi band secara langsung melalui kontak WhatsApp 0852-4694-0820.

Apapun itu, Murphy Radio telah menjadi kebanggaan kesekian dari band-band nusantara yang berhasil menembus batas panggung. Sukses atau tidak itu relatif, karena karya tak akan menghianati hasil. Sepanjang ia konsisten dengan pilihannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *