Filosofi Perjalanan Sebuah Warna Yang Hilang

Enjoy The Ride, kolektif pop Cisarua yang baru-baru ini merilis single “Warna yang Hilang”, jembatan mini album pertama tahun ini. Foto : Enjoy The Ride

Artikel : Sekar Puspitasari

HujanMusik!, Bogor – Asap kopi mengepulkan rindu dari cangkir berwarna biru di hadapan saya malam ini. Sedang hujan yang baru saja reda menceritakan rangkuman rintiknya di tepian jendela bersama udara dingin yang terhembus perlahan. Ada cahaya terintegrasi dengan warna kelam malam, memantulkan bayangan dan dalam cahaya lainnya adalah dimana saya berada, bersama banyak suara-suara. Suara tangisan bayi di sudut jalan sana, suara lagu kesayangan diputar di sudut lainnya, dan suara hati saya sendiri. Semua suara itu bergabung menjadi satu warna seperti pasangan jiwa yang bersatu bersama semesta. Dan salah satu suara yang mewarnai malam saya berasal dari sebuah lagu berjudul “Warna Yang Hilang” yang dimainkan dengan apik oleh sepasukan pemusik berasal dari wilayah selatan Kabupaten Bogor bernama Enjoy the Ride.

Pada mulanya adalah cahaya, sebuah makrokosmos di alam raya. Dia kemudian menghadirkan segenap warna yang sedang kita nikmati saat ini sebagai titik penghubung kita dengan titik lain dalam kontinum yang kita sebut sebagai kehidupan. Dan aksara cantik yang disuguhkan kehidupan terkondensasi dalam warna senja, langit jingga, balon udara, atau warna kecoklatan dari pohon pinus tua. Namun ada kalanya warna-warni itu tersamar dalam jeda seolah menghilang, sementara kita tidak pernah siap dengan hampa itu, sedangkan waktu terus melaju.

Lalu apa hubungannya itu semua? Seperti telah lama kita ketahui, tidak ada kebetulan di kehidupan dan penggambaran rinci tentang kehidupan dan warna bisa terlihat dengan jelas dalam lirik lagu “Warna Yang Hilang”. Berbalut dalam genre Dream Pop yang digarap oleh Sahrul, Erdi, Ragil dan Fajri, lagu tersebut seolah merencanakan kebahagiaan-kebahagiaan yang selalu datang penuh kejutan dan tidak beraturan.

Satu warna dalam jiwa
Meretak dan tak bertanya
Satu sirna dalam hati
Tak terpikir kan seperti ini

Warna adalah refleksi itu sendiri, dan dari itu semua mendekatkan kita pada semua rahasia perasaan pada jawabannya dan kenangan menjadi bagian-bagian indah dalam diri kita setelah salah satu warna meredup kehilangan cahayanya. Mungkin tidak selamanya semua warna menyenangkan, meski hati berdoa suatu saat pelangi mau dengan rela menyapa meski terbatas jendela. Namun perpisahaan memiliki masanya sendiri meski tidak ada penanda kapan itu akan terjadi. Dan lagu tersebut adalah cara merayakan perpisahan itu karena hidup tetaplah harus diteruskan. Dan begitu pun dengan Enjoy the Ride, ketika personel grup musik tersebut menambah personel menjadi beranggotakan 4 orang di bulan September 2018. Lagu kedua mereka “Bosan” mengalami perubahan yang cukup signifikan, terutama dalam warna suara vokal khas Jazzy yang menjadi penanda perubahan tersebut.

Meski begitu, keduanya memiliki sisi yang mengizinkannya berkomunikasi dua arah, menciptakan benang merah dari kedua lagu hingga terkawinkan dengan sempurna. Seperti cinta tulus tanpa pretensi dalam perasaan mutual ketika menuntaskan lagu tersebut, mampu meluruhkan pertahanan dan menyisakan diri dengan warna lainnya yang sudah ada dalam kita sejak lama.

Setelah entah berapa kali putaran bumi, nyatanya kita mampu mengalahkan waktu. Meski salah satu warna hilang, dan rasa yang sempat mati, ia justru membelah diri. Seperti menemukan toilet umum dalam perjalanan yang panjang, kita menemukan warna lainnya yang sempat hilang dikeramaian dan memberi kita ruang untuk bernafas guna mencipta persepsi. Seperti pagi yang dimulai dari detik pertama bumi dikalungi embun, setiap makhluk siap untuk menyambut kehidupan dengan penuh harapan dan siap menentukan arah perjalanan.

Manifestasi karya yang terkemas dalam filosofi perjalanan adalah konstruksi awal terlahirnya nama Enjoy the Ride. Nikmati perjalanan, menjadi sebuah falsafah yang ditasbihkan dalam sebentukan nama seakan memiliki jantung, denyutnya terasa satu-satu membawa apa yang tidak terucap. Sejenak berayun di udara, lalu bagaikan gelombang pasir berbisik, nama itu mengalir sampai akhirnya berlabuh dalam hati. Dimana segalanya tergabung bersama lagu. “Bosan” dan Enjoy the Ride menjadi sebuah realitas yang memiliki relevansi tersendiri dalam pencarian jati diri.

Meskipun ke-ciri-khasan dalam lagu-lagunya masih terasa relatif, pun lagunya yang diasosiasikan dalam hal-hal sederhana di kehidupan dapat terbaca dengan begitu mudah yang bahkan tanpa perlu bertanya kita sudah tahu jawabannya. Jadi tetaplah bergerak untuk menghasilkan karya dengan atribut kekhasan sebagai representatif diri, karena hidup akan mengikis apa saja yang memilih diam dan memaksa kita untuk mengikuti arus. Maka lawanlah arus itu, dan temukan dirimu di dalamnya.

Mungkinkah ini perjalanan yang harus ku lalui? Ku terdiam meratapi kisah hidupku
Namun akan tetap bertahan
Meski semua telah hilang dan tak kembali
Aku akan tetap disini.

Pada akhirnya, seperti sebuah mesin yang tinggal ditekan tombolnya, warna-warni dikehidupan akan kehilangan rasa dan tidak ada dari setiap rasa itu bisa kita paksakan. Hingga kita akan mengerti, betapa sukarnya manusia menanggalkan bias, untuk kemudian menarik batas antara warna-warni dalam metafora kisah hidup karena peristiwa dikehidupan manusia masih mengenai sebuah rasa. Bukan rasa yang hanya sebagai pemenuh kebutuhan untuk merayakan kehidupan. Namun ada rasa agung walaupun tidak kita sadari, kita akan segera tahu kemana ia akan menepi. Seperti lirik lagunya yang menyuarakan itu semua. Sedang perjalanan tidak akan terleliminasi dalam sekejap ketika salah satunya hilang.

Meski setiap kali perjalanan itu tidak pernah mudah, dan satu-satunya cara untuk berusaha menjadi manusia lebih baik adalah tidak pernah berhenti berjalan. Untuk tetap berbahagia dalam mencipta kolase demi menentukan destinasi. Meskipun kita terlanjur mengambil keputusan yang salah di belakang, tetapi kita tidak boleh berhenti. Kita harus terus berjalan untuk sampai pada level berikutnya, seperti dalam permainan. Maka nikmati saja perjalanan dan berbahagialah. In a mean time, Lets enjoy the ride!.

[penulis adalah warga Taman yang Paling Indah dan Penyuka Sastra]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *