Charitykustik, Donasi dan Musik Akustik untuk Korban Bencana

Komunitas musisi indie Bogor gelar Charitykustik untuk donasi bencana. Foto : Erfan Sudrajat

Artikel : Erfan Sudrajat

HujanMusik!, Bogor – Jalur Tanah Baru sedang haru, bencana di Palu, Donggala dan Sigi telah memintal rasa prihatin beberapa individu. Rasa prihatin yang diwujudkan dengan menggalang aksi solidaritas tanpa kelas. Bermula gagasan spontanitas segelintir personil band mandiri di Bogor semacam Superiots, The Bokong dan Antartick. Lantas mengalirlah gagasan gelaran acara musik akustik. Minggu, 7 Oktober 2018 silam, acara charity dengan nama CHARITYKUSTIK berlangsung dengan khidmat di Jl. Pangeran Asogiri No. 396 Tanah Baru Bogor. Venue sederhana tempat Fakehero Store bercokol.

Rupanya, meski persiapan hanya memakan waktu 3 hari, tak menghalangi antusiasme kawan-kawan komunitas. Diluar Superiots, Antartick dan The Bokong, ada Oncom Hideum, Jeans Roek, The Rules, Mang Toke, Actinium dan Ambarila.

Sejak acara mulai dan dibuka oleh MC Endru pada pukul 16:00 WIB, khalayak sudah ramai. Bahkan sedari siang kawanriots (sebutan supporter untuk Superiots-red) dari Ciapus rela tiba lebih awal. Mereka tidak hanya sekedar ingin berdonasi, tetapi memang berniat memberi apresiasi untuk menonton semua performer pada hari itu.

Tidak hanya donasi dalam bentuk uang, acara pada Minggu itu juga sukses mengumpulkan pakaian layak pakai untuk korban bencana. Penyelenggara acara berniat menyalurkan semua donasi via relawan bencana, langsung ke tempat bencana.

Kembali pada akustik, setelah break magrib dan isya, acara kembali mengudara pada pukul 19:30 WIB. Lokasi Capella Coffe seolah tak sanggup menampung keramaian massa yang tak hanya dari Bogor saja, tapi luar kota pun turut singgah dan terlibat di acara. Maklum, selain venue kedai kopi, Jl. Pangeran Sogiri No 396 dikenal sebagai markas Superiots dan Fakehero Record.

Semakin malam suasana semakin hangat dan akraba. Banyak yang unik dari para performer karena tidak menampilkan satu genre musik saja, disana ada punk, rock and roll, folks hingga balada. Bahkan ada penapilan unik yang menyuguhkan musikalisasi dan teatrikal. Seru !!

Menuju pungkas acara pada pukul 23.00 WIB, tampak masih terlihat beberapa personil band yang masih bertahan. Rupanya momen charity juga dimanfaatkan reuni beberapa kawan-kawan yang lama tak bersua setelah sekian lama. Hangat dan akrab, dua kata yang mewakili suasana yang terpancar pada malam itu.

Mewakili penyelenggara, kami dari Superiots berharap setelah acara ini tidaklah sekedar membantu para korban bencana dan memulihkan apa-apa yang terkena dampak bencana. Tetapi kedepan kita bisa lebih peka lagi terhadap isu-isu sosial di sekitar kita. Bersama-sama mendukung kelestarian alam, juga tekad untuk membantu sesama tanpa harus berkompromi lama. Semoga tindakan kecil kemarin bisa bermafaat untuk para korban bencana,

Amiiin Ya Rabbal Alamin.

Epang (Erfan Sudrajat) | Pembetot Bass Superiots

One thought on “Charitykustik, Donasi dan Musik Akustik untuk Korban Bencana

  1. Tak disangka kang Epang punya jiwa literatur yang apik, apa kita aja yang kurang wawasan? Hehe.. keren acaranya Charitykustik, kebetulan kami dari imaginakal ikut berpartisipasi walaupun hanya sebatas mengirim doa dalam bentuk lagu Dan puisi, tapi menyaksikan pergerakan dari kawan2 sesama musisi Dan seniman Kota Bogor tercinta ini seperti siraman hujan yang sudah jarang kita nikmati, sejuk dan bikin rindu,
    Kuy, nakalin lagi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *