Outstep X Normanos : Split Album Penjaga Pertemanan

Outstep dan Normanos!, dua kolektif Bogor yang tampil dalam satu split album. Foto : Name Records

Artikel : Anggitanee

HujanMusik!, Bogor – Bagi saya, nama Norman adalah jaminan post punk yang menggelegak saat penguasa panggung gigs kekinian masih merintis jalur audisi. Sebuah analogi praksis yang saya paksakan demi men-syukuri keluarnya Split Album OUTSTEP X NORMANOS September 2018 lalu. Split album yang rilis bersama Name Record, sebuah label independen asal kota Depok, Jawa Barat.

Semua bermula dari postingan live instagram Normanos! dan Outstep pada 9 September silam, bahwa split album mereka sudah bisa di beli. Pada saat yang sama, mereka juga membuat giveaway, sebanyak 3 album untuk dibagikan kepada para fans mereka. Sayangnya, sebagai mantan tetangga saya justru tak kebagian sekeping pun…hehehehe.

Normanos! menjadi bukti keseriusan gitaris Norman tampil kembali, setelah sekian waktu sibuk dengan problematika internalnya. Sedikit menelisik kebelakang, selepas The Safari rehat, Norman sempat merilis “Relevansi”. Hasil kasak-kusuk ugal-ugalan selama dua tahun dan menjadi proyek solo pertamanya. Saya menduga “Relevansi” merupakan stok lagu yang tidak atau belum sempat digarap dan dikaryakan secara kolektif. Disana ada nyawa Rancid, Led Zeppelin, The Clash hingga Rolling Stones.

Namanya juga dugaan, bisa saja saya salah. Faktanya kini Normanos! menjelma menjadi sebuah band. Disana saya menemukan ada Mishaelben (drum/Topi Jerami) dan Alex Bramono (bass/Tokyolite) selain Norman. Kolektif pergerakan mereka mampu menyajikan postpunk dengan bumbu rock n’ roll yang lincah dengan lirik yang seperti asal-asalan namun bernarasi dengan cerdas.

Artcover split album Outstep X Normanos

Kembali pada split album, alasan Outsep dan Normanos! membuat Split Album baru adalah eksistensi dan pertemanan mereka yang sama-sama berasal dari Bogor. Selain itu memang sudah ada keinginan untuk membuat album bersama. Rencana yang sudah tercium sejak 2 bulan sebelum album ini dirilis. Bocorannya sudah tersiar di kanal Youtube masing-masing. Saat itu Outstep tampil dengan “Bukan Seperti”, sementara Normanos! dengan “Pasukan Galau”sebagai single perdana.

“Seharusnya ada 10 lagu, tapi 1 lagu bad sector. Jadi total Normanos! 4 Lagu dan Outstep 5 Lagu,” terang Norman.

“Satu segmen punk, cuman beda warna, Sama seperti halnya lo berada di dalam club mobil satu merk tapi ga sama dan jelas style modifnya,” beber Ryan Outstep.

Split album yang patut diapresiasi oleh teman dan fans. Wujud konkrit kolektif yang diantara kesibukan personelnya masih bisa menjaga asa. Semangat bermusik dua kolektif ini perlu diteladani. Paling tidak kita doakan masing-masing segera merilih album penuhnya.

Outstep tengah berupaya menuntaskan album mereka yang terbengkalai semenjak 2016 dan sedianya akan diluncurkan akhir tahun 2018. Sementara Normanos! kabar albumnya selesai mixing.

Ah…jika split album ini pemanasan, maka album sesungguhnya layak dinantikan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *