Ruang Waktu, Pop Kedua Kawanan Angsa & Serigala

Angsa & Serigala. Lewat 7 tahun mereka merilis album kedua. Foto : dok. Angsa & Serigala

Artikel : Anggitanee

HujanMusik!, Bandung – Lama tak tersandung pop, rindu ini sejenak meredam setelah sepekan penuh menikmati pop ekletik kelompok indie yang bernama Angsa & Serigala. Setidaknya menurut pencernaan pikiran saya pribadi.

Kesibukan mengelola hajatan 17an di lingkungan komplek, sukses menawan pendengaran dengan lagu-lagu tema perjuangan hasil download dan comot gratisan sekenanya. Kualitas buruk justru mengganggu, kelak akan saya usulkan theme song 17an sebaiknya menggunakan karya dengan kualias baik yang bisa dipertanggung jawabkan. Untungnya ada Angsa & Serigala, melalui single “Biru” sebagai perkenalan album kedua-nya, sukses menyelamatkan logika selera musik yang sempat poranda.

Lewat 7 tahun berlalu, sejak pertama mengenal kolaborasi Hendra Araji, Meyga Sukmana, Danny Mokoginta, Jaka Wirawan, Phopi Ratna Agustin, Arditya Pratama dan Afifa Ayu, berkumpul dalam album perdana mereka yang kental pop-folk-rock bahkan baraoque sekalipun.

Kawanan dari Bandung ini terhitung sukses memikat penikmat musik dengan mencampurkan warna musik modern dan klasik. Percampuran yang tak terlihat usang dan dimainkan dengan riang.

Terpikat sejak susunan manis gesekan biola dan seksi alat tiup album debutnya, Angsa & Serigala kembali mengejutkan saya dengan “Ruang Waktu”. Album kedua sekaligus pembaharu, seiring pergantian formasi personil dan pengejawantahan ide dan eksperimen personilnya. Mereka menawarkan sesuatu yang lebih segar tanpa menghilangkan harmonisasi benang merah musik Angsa & Serigala itu sendiri.

Begitulah, Meyga Sukmana (vokal, synthesizer), Esa Prakasa (lead gitar), Vicky Hediana (Bass) dan Viddy Hediana (drum) memindahkan komposisi string section dengan komposisi guitar section yang lebih dominan. Hentakan drum terasa lebih padat.

Satu lagi yang tak luntur dari kekaguman saya dengan band ini, konsistensi menggunakan lirik bahasa Indonesia yang tetap menjadi pilihan wajib. Hormat saya untuk mereka yang setia berkarya bersama bahasa ibu, lebih cepat dicerna dalam penyampain pesan.

Single “Biru” adalah satu dari 10 lagu yang diangkat dalam album Ruang Waktu. Masih mengangkat peristiwa disekitaran mereka dan rasanya masih relevan dengan kondisi pada saat ini, seperti tentang love affairs di era digital dalam lagu “Biru”, penebaran kebencian di “Untuk Sama” dan bullying pada lagu “Ruang Waktu”. Sisanya adalah “Bulan”, “Sang Surya”, “Deru Sendu”, “Reka”, “Tanpa Kata”, “Cahaya” dan “Batas Akal”.

Album Ruang Waktu dirilis oleh Beruang Records dan Demajors Independent Music Industry (DIMI). Hendra dan Esa adalah sosok kuat yang menulis lagu, selain bertindak sebagai produser bersama Canggar Krisnatry. Proses rekaman dilakukan di Escape Studio, Masterplan Studio dan Borland Audiolabs Bandung. Mixing dan Mastering oleh Canggar Krisnatry. Desain Cover dikerjakan oleh Ardhimadya.

Ruang Waktu pada akhirnya menjadi bukti hadirnya ekspresi penyikapan Angsa & Serigala atas semua hal yang mereka lihat, dengar, rasakan. Dalam catatan yang mereka edarkan kepada HujanMusik!, album ini menjadi bagian cerita khusus yang mereka bagikan khusus semua kawanan Angsa & Serigala diluaran sana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *