‘Jangan Tumbuh’, Sisi Laju Ekplorasi Dhira Bongs

Dhira Bongs dalam salah satu penampilan mini konser di Jepang, September 2017. Foto : dhirabongs.com

 Artikel : Anggitane

Bandung, HujanMusik! – Pada suatu masa, wara-wiri Bandung-Bogor untuk urusan panggung musik sempat saya jalani beberapa tahun. Terhubung dan bercengkrama akrab dengan talenta musik disana sungguh terasa berkesan. Berpapasan dengan musisi-musisi penting saat bergiliran mengisi rundown MC di venue Disjas, Baros, Cimahi. Sesekali di ruang ganti talent Bandung Convention Centre atau venue Gasibu. Ah..sungguh masa-masa berkesan. Sama berkesannya dengan perjumpaan saya pada sosok talanta bernama Dhira.
Mengenalnya sebagai pemain gitar utama pada unit ska Bandung Skamigo, Dhira memang terlihat ajaib dalam kaca mata saya. Kehadirannya bak anomali venue yang dominan warna-warni laki-laki. Tapi itulah Dhira, santai bersama ska, lantas muncul dengan nama panggung fenomenal Dhira Bongs.
Jejak perjumpaan pertama terjadi pada November 2013 saat Dhira Bongs tampil dalam rangkaian tur pembuka di Bandara Husein Sastranegara, untuk kemudian satu perjalanan bersama “Jamaican Sound Family Party Java Tour 2013”.
Jamaican Sounds Family Party Java Tour 2013 (JSFP Java Tour 2013) adalah salah satu tour Jamaican music saat itu. Beberapa komunitas dan band lokal tiap kota se-pulau Jawa terlibat dalam pelaksanaan rangkaian acara (tour), yaitu Bandung, Bogor, Purwokerto, Kudus, Jogja, Solo, Semarang, dan Malang.
Kini Dhira Bongs telah menciptakan tur-nya sendiri, melampaui capaian yang diharapkan. Modal album penuh bertajuk “My Precious” [2013] membawanya dikenal sebagai penampil perempuan Bandung. Kedewasaan Explorative Pop Jazz yang ditawarkan sukses diterima penikmat musik tanah air.
Siapa yang tak terbius suara halus nan merdu, ditingkahi kepiawaiannya memainkan instrument gitar. Saya adalah salah satunya.
Selepas “My Precious” Dhira Bongs muncul dengan single apik “Puncak Pohon Bandung” yang menjadi salah satu nomor penting album “Head Over Heels” [2016]. Single yang menarik minat musisi Jepang Fan Fan dari band Quruli dan manajer-nya Nao dan mengundang Dhira Bongs untuk tampil di Kyoto Music Expo ke-11, September 2017. Undangan yang berlanjut dengan mini konser di Tokyo, Nagoya dan Osaka.
Pertengahan 2018, selepas “Strugglin” meluncur manis, Dhira Bongs terus mencoba mengalir dengan arus chillwaveyang cukup kontras dengan garapan musik yang sebelumnya. 
Kali ini eksplorasinya terfokus pada struktur alur penceritaan, ia berkisah, awal konflik dan konklusi dengan menyajikan ending terbuka, seperti layaknya dalam penceritaan sebuah film. Selain menulis lirik dan membuat komposisi, kali ini Dhira Bongs mencoba menjadi multi dalam arti sesungguhnya. Instrumentalis dengan cara memainkan seluruh instrumen yang berada pada track “Jangan Tumbuh”.

“Jangan Tumbuh” adalah single baru Dhira Bongs yang bercerita tentang pihak yang dicurigai, lalu merasa bersalah, namun larangan tersebut justru menimbulkan usaha untuk memberi peringatan bahwa tidak menutup kemungkinan yang terjadi adalah hal yang sebaliknya. Seolah semakin dilarang, semakin menjadi.
Ketika berperan sebagai karakter yang lebih pasif dan subdominan, yang umumnya selalu menjadi sasaran empuk untuk dipersalahkan, Dhira Bongs menilik keadaan ini justru menjadi celah kekuatan untuk memberi umpan balik berupa sebuah gertakan yang halus, diam.
Ahh…apapun dan kemanapun Dhira Bongs melaju, saya tetaplah penikmat awam yang terkenang cara dan gaya Dhira menggubah lagu milik legenda musik reggae Bob Marley, “I Shoot The Sheriff”.
Jangan mau awam, simak karya Dhira Bongs sesungguhnya di iTunes, Spotify, JOOX, Deezer dan digital platform lainnya, serta tonton Musik Videonya di Official YouTube channel Dhira Bongs. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *