Boskin, Melodius Kebangkitan Blues Ardianov

Anov Blues One, gitaris eksentrik yang memilih setia kepada blues ini rilis single Boskin. Foto : Locker Media

Artikel : Anggitane

Jakarta, HujanMusik!
– Pagi bersepeda dengan perut kosong adalah sebuah kesalahan. Alasan diburu waktu memang terasa klasik disematkan, meski keadaan sesungguhnya menyatakan demikian. Beruntung, jarak tempuh tak terlampau jauh, paling tidak tak sejauh menunggu respon event organizer besar yang terlalu sombong untuk merespon email blog musik amatir ini.

30 detik lagi sejatinya akan sampai tempat tujuan. Sayangnya aroma mie ayam menggoda untuk singgah dan pesan satu porsi tanpa pangsit. Apalagi monolog blues dari daratan New Orleans terdengar menggelinding dari seorang Snooks Eaglin, seiring buliran mie ayam yang tercecap mulut dengan nikmat.

Kembali kepada blues, saya tengah merenungi nasib baik menyimak celetukan “Boskin (Bosan Miskin)” yang diperdengarkan gitaris blues eksentrik Ardianov. Karya baru musisi yang gemar merakit gitarnya sendiri dari alat-alat rumah tangga. Single “Boskin” lahir dari tangan Ardianov bersama Ollan, penyenyi rilisan Nagaswara. Keduanya kompak dukung mendukung dalam proyek Ardianov, Anov Blues One.

Lewat Boskin Ardianov mencoba bercerita tentang kerja keras anak manusia yang jungkir balik memenuhi kebutuhan hidup. Lagu yang diproduseri Aziz Comi (eks Payung Teduh), dibantu oleh Servo ‘Avo’ Caesar Prayoga (Indobeatbox), teman kecilnya itu diharapkan dapat menjadi motivasi masyarakat Indonesia untuk terus berjuang mencapai kesejahteraan yang lebih baik, pendeknya kampanye Indonesia dalam melawan kemiskinan.

Comi dan Avo-lah yang akan bertindak sebagai produser dan co-producer untuk album perdana Anov Blues One yang direncanakan akan rilis menjelang akhir tahun. Untuk saat ini “Boskin” telah rilis dalam berbagai platform music digital seja 27 Juli 2018 lalu.

“Boskin” menjadi celotehan penting gitaris blues asal Jakarta itu kembali menemui habitatnya di industri musik sejak tahun 2000 sebagai gitaris, vokalis, penulis lagu, music director, hingga music producer. Tercatat musisi ini sebelumnya terlibat  dalam PS Crew ( Album smash hip – Alfa record ) tahun 2000,
Traffic ( Album Prosa Cinta – Blackboard record ) tahun 2004, Birru band ( Album Keajaiban – Rpm record ) tahun 2008.

Sebagai
 musisi belakang panggung, gitaris ini juga terlibat sebagai music director dalam film “Ruang” tahun 2006 dan “From Bandung With Love” tahun 2008. Sisanya dikenal sebagai Jingle Maker, TVC, Score Music
dan terakhir dalam soundtrack film “Modal Dengkul”tahun 2014.

Setelah sempat vakum dari bermusik selama beberapa tahun, pada 2016, Anov Blues One memutuskan untuk kembali berkarya. Semua gara-gara inspirasi yang kelewat muncul ketika Anov mencoba membuat gitar dari alat-alat rumah tangga dari bahan-bahan sederhana semacam kayu pacul, kayu batang, loyang, kotak alumunium, kotak kayu serbaguna dan lainnya. Ciri cerdiknya adalah fokus pada desain minimalis dengan puas menempatkan 1 senar & 3 senar.

***

Blues telah usai untuk hari itu. Tak ada waktu untuk porsi kedua, yang ada pesan singkat kolega yang menanyakan ihwal pekerjaan lainnya. Snooks Eaglin dan Anov Blues One memang tak salah menyempil diantara kepadatan jadwal hari itu.

Kuasa blues memang membius.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *