Terbaru

Split The Kuda/Vague, Ketika Bising Jadi Satu

Cover split album The Kuda/Vague. Dinaungi oleh  Record label asal Bandung Royal Yawns, artwork dikerjakan oleh Mufti Priyanka a.k.a Amenk Coy

Artikel : Rinjani Reza

Bogor, HujanMusik! - Pandora tengah tahun 2018 meledak lagi, bukan karena dentuman teror bom yang sempat menjalar, tapi ihwal telah dirilisnya split album dari dua band bahaya Jakarta plus Bogor. Yess….dua band itu adalah The Kuda dan Vague, split album mereka yang sempat tertunda 3 tahun lamanya, akhirnya rilis secara resmi tahun 2018 ini. Rilisan bahaya ini berisikan 3 track dari The Kuda, 2 track dari Vague, saya rekomendasikan wajib didengarkan.

Split album ini tercipta berkat keisengan dan ketertarikan pada musik satu sama lainnya. Materi yang segar menjadi isi dari split album ini, bahkan Vague yang mungkin jarang membuat lagu dengan lirik bahasa Indonesia menyajikan lagu baru didalam split album ini yang berjudul “Angan/Ingin”.

Jujur,  bagi saya musik Vague dalam split album ini sedikit berbeda dari materi lagu lagu mereka sebelumnya. Saya menemukan Yudhis, Jan dan Gary tengah mengeluarkan kebisingan dalam rasa kesegaran yang baru,  terasa sangat segar malah.

Bukan hanya Vague yang terasa segar, The Kuda-pun membuat racikan menawan di lagu-lagu terbaru mereka. Lagu yang mereka rekam di Fakehero studio itu menghasilkan 3 lagu yang berjudul “Mabuk Kepayang”, “Buitenzorg” dan “Balada Peperangan”.

Yang menarik dari 3 lagu ini adalah lagu “Balada Peperangan”, lagu ini memiliki tempo yang cukup lambat dibanding lagu-lagu the kuda yang lainnya. Ajaibnya lagu ini wujud nyata kolaborasi The Kuda dengan seniman Amenkcoy yang mengisi spoken pada lagu ini.

Lagu Buitenzorg secara spesial dipersembahkan untuk kota kelahiran The Kuda (Bogor), sekaligus jadi salah satu lagu andalan.

Gitaris Idam yang saya jumpai beberapa waktu lalu sedikit bercerita seputar rencana awal split album ini. Sempat berencana rilis dalam format vinyl, namun karena satu dan lain hal akhirnya split album ini rilis dalam format CD.

Dinaungi oleh  Record label asal Bandung Royal Yawns, artwork dikerjakan oleh Mufti Priyanka a.k.a Amenk Coy untuk Design muka dan keselurahan layout. CD split album sudah bisa didapati di beberapa kota di Indonesia.

Tidak ada komentar