Cycle, Sinyal Kuat Tokyolite Menuju Rekaman Ketiga

Cycle, single baru Tokyolite yang rilis bersama video klip mereka. Penegasan menuju album ketiga

Artikel : Graditio

Bogor, HujanMusik! –  Band asal Bogor Tokyolite kembali merilis single terbaru mereka, “Cycle” per 25 Juni silam. Peluncuran ini turut disertai video musik single tersebut pada 1 Juli melalui kanal youtube mereka. Single “Cycle” akan menjadi bagian dari album Tokyolite berikutnya yang saat ini sedang dikerjakan dan direncanakan akan rampung pada 2019.

Ditulis oleh vokalis utama Stevan Arianto, “Cycle” adalah lagu mengenai naik-turun dan pasang-surutnya kehidupan.

“Ini seperti pepatah yang bilang kalau hidup itu ibarat naik sepeda, supaya tetap seimbang ya harus gowes terus,” ujar Stevan dalam rilis yang diterima HujanMusik!

Sebagai musisi yang biasa menulis secara spontan, ia mengakui bahwa penulisan lagu dan lirik adalah bagian pendek dari keseluruhan proses. Proses sejak pengemasan lagu penggarapan aransemen musik, proses rekaman, hingga mixing, adalah bagian yang memakan lebih banyak waktu.

“Cycle” direkam di SAE Studio Jakarta dan di-mix oleh Reyner Ferdinand, audio engineer yang karyanya telah banyak dijumpai di sejumlah film Indonesia seperti Dilan 1990 dan Cek Toko Sebelah. Untuk proses mastering dituntaskan di SAGE Studio Nashville, Tennessee, Amerika Serikat, dengan panjangnya proses rekaman ini bisa dikatakan sejauh ini “Cycle” adalah karya paling ambisius dari Tokyolite.

Memang lagu ini sebelumnya sudah pernah ditampilkan dalam bentuk akustik pada program kanal musik Jepang, Tokyo Acoustic Session di 2016, namun versi “Cycle” yang saat ini dirilis merupakan aransemen baru, di mana lagu ini juga menjadi komposisi pertama dari Tokyolite sejak memiliki formasi baru setelah masuknya drummer Bintang Aditya dan gitaris Rori Jiwa Putra ke dalam band.

Menurut penggagas dan bassist Alexander Bramono, masuknya kedua personil ini membawa dampak signifikan pada arahan musik Tokyolite, seperti yang dapat didengar pada “Cycle”, yang mengambil pengaruh dari musisi Vulfpeck, John Mayer, dan the band apart, hingga menghasilkan nuansa pop ‘80an yang berpotensi menjadi irama candu layaknya lagu tema musim panas.

Aransemen musik yang lincah dan retro juga diteruskan pada pemilihan visual dan video musik. Tokyolite kembali berkolaborasi dengan HOWDIY Film/Video sebagai desainer tampilan artistik artwork lagu serta produser video klip “Cycle” yang menampilkan para personil Tokyolite sebagai versi parodi dari mereka sendiri dalam video klip yang dibalut secara komikal dan nostalgis.

Pada akhirnya “Cycle” menjadi pertanda Tokyolite serius melengkapi koleksi rekaman mereka setelah “Hello”(EP, 2013) dan “Avenue” (album, 2015).

“Kami harap ‘Cycle’ bisa menjadi teman untuk semua orang yang saat ini sedang berjuang dan menjadi penyemangat untuk terus maju, bersenang-senang dan menikmati perjalanan ini, karena saat kita terjatuh ke bawah, jalan yang ada ya merangkak ke atas, jadi santai saja!” pungkas Stevan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *