Terbaru

Monstrosix, Karena Kelas Bisa Dimulai dari Acara Musik


Gamaliel Audrey Cantika tampil membius massa Monstrosix SMAN 6 Bogor, 14 Mei 2018. Foto : Andi Mauludi
Artikel : Anggitane

HujanMusik!, Bogor - Sebenarnya pagi itu  belum utuh menuntaskan kesibukannya, silang sengkarut aktivitas individu realis dan absurd masih mendominasi. Beda dengan seorang Graditio yang sejak satu minggu sebelumnya sudah memfokuskan diri untuk hadir dalam acara Monstrosix atau "Miracle of New Stars in Six" yang digelar SMAN 6 Bogor. Pilihan logis untuk lajang yang masih dalam pencarian pendamping kondangan.

Duabelas Mei 2018, jalan Walet nomor 13 menjadi titik perjumpaan Graditio dengan seniman visual Andi Mauludi. Seniman multi talenta yang juga alumnus setempat. Gerbang ketat penuh aparat sempat memasygulkan, untungnya nama HujanMusik! memudahkan mereka berdua meluncur dengan nyaman, plus sambutan ramah empunya acara.

Memasuki venue, 3 band ekstrakurikuler dan almuni sekolah baru saja menuntaskan aksinya. Acara internal dalam bentuk pentas seni (pensi) SMA 6 kali ini bertema Bellatrix (Brightness Team of Professional School and Troops in Six). Puncak kegiatan (grand closing) rangkaian ekstrakurikuler sekolah sebagai bentuk penghargaan warga SMA 6 yang ikut memeriahkan acara.



Graditio diam-diam mengagumi cara anak sekolah jaman now mengelola pensi, khusus Monstrosix ia tak menemukan jejak event organizer terlibat eksekusi acara, entah kalau mereka konsultasi. Sementara ia menerka-nerka bagaimana panitia berhubungan dengan GAC, Rey Mbayang, Evra, dan DJ Rudy Jackson. Andi justru sibuk senyum-senyum sendirian, mengenang kenakalan dan nostalgia bersama tembok sekolah. “Bawah tangga itu dulu tempat nakal gw yo, dulu pensi kita ga gini-gini amat,” kenang Andi sambil menunjuk titik anak tangga.

Pernyataan menarik dari mantan murid seperti Andi, melihat tampilan band sekolah yang sepertinya sudah jarang terjadi. Barangkali ini yang menjadi pangkal Ibu Aidawati M.Pd sebagai kepala sekolah merestui acara ini. Musik menjadi cara berkomunikasi yang lebih cair dengan anak didiknya, itulah kenapa sekolah ini memiliki ekstrakurikuler musik.

“Kami sadar perlu mengembangkan pola belajar seimbang, dimana otak kanan dan kiri harus seimbang. Salah satunya melalui musik,” ungkap Ibu Aidawati.

Kepala sekolah percaya bahwa belajar itu tidak hanya selalu di dalam kelas, tetapi bisa juga didapatkan dalam kegiatan aplikatif, dimana kekompakan menjadi ujung tombaknya.

***

Penunjuk waktu menandai pukul 15.35 WIB ketika Gamaliel Audrey Cantika (GAC) merangsak masuk panggung. GAC adalah penampil puncak yang diharap-harapkan setelah Evra dan Rey tampil. Grup vokal yang beranggotakan Gamaliel Tapiheru, Audrey Tapiheru dan Cantika Abigail ini tampak membius massa SMA 6 tanpa kecuali. Pun dengan sekelompok remaja pria bersepatu docmart.

Entah energi apa yang mereka sebarkan, yang pasti 7 lagu yang mereka bawakan dengan warna R&B, pop dance, black music dan pop sukses menggoyang. Harusnya tak perlu heran jika melihat popularitas kelompok ini didunia maya sebelum digaet Sony Music Entertainment. Dikenal sebagai peng-cover lagu yang populer di Youtube, pelantun “Bahagia” itu sepertinya memiliki trik dan aksi panggung tertentu dihadapan anak SMA. Terbayar sudah rasa penasaran kenapa mereka memilih GAC sebagi line up utama.





Sebagai penutup, DJ Rudy Jacson sukses menyulap venue lapangan basket bak klub malam yang menggelar pesta pribadi. Tak ada yang diam meski sebelumnya tersekap euforia bersama Gamaliel, Audrey dan Cantika. Pemandangan baur yang menunjukkan bahwa acara dengan penutup DJ adalah yang mereka inginkan.

Suasana semakin meriah dengan tebaran warna-warni yang menyulap warna rambut dan kostum mereka. Acara sendiri memang sudah seharusnya dinikmati sendiri, dan memang begitu seharusnya. Seperti penegasan ketua panitianya, Amario Tegar Wicaksana.

“Ga peduli ini acara internal atau eksternal, yang penting kita disini menikmati,” pungkasnya.





[Sebagaimana dituturkan Graditio dan Andi Mauludi untuk HujanMusik!]

Tidak ada komentar