Terbaru

Gelombang Darat Post-rock Sumatera Bernama Semiotika

Semiotika, post-rock asal Jambi. April 2018 lalu mereka merilis EP "Gelombang Darat". Foto : dok.Semiotika
Artikel : Anggitane

HujanMusik!, Jambi - Semiotika adalah nama lain yang berisi kepingan kekaguman tentang Sumatera, pulau keenam terbesar di dunia. Jambi, kota tempat mereka ditempa merupakan pesisir timur Sumatera yang tak terbayangkan bisa mencuatkan post-rock berkualitas. Karya dan panggung mereka dikenang sejak album perdana “Ruang” tahun 2015. Kini trio Billy Maulana a.k.a Bibing (gitar), Riri Ferdiansyah (bass), dan Yudhistira Adi Nugraha a.k.a Gembol (drum) kembali membuktikan etos mereka, tak lama setelah Maret lalu manggung di Amerika. Pemenang Go Ahead Challenge 2017 itu tampil dalam panggung SXSW bersama Kimokal, duo eksploratif asal Jakarta dan Wake Up Iris!, folk asal Malang.

Etos yang ulet terkuak nyata begitu mereka merilis sophomore dalam bentuk mini album bertajuk “Gelombang Darat”. Karya baru yang dirilis dan didistribusikan secara mandiri bersama Rimauman Music, label independen asal Palembang. Secara resmi “Gelombang Darat” diluncurkan pada gelaran Record Store Day 2018.



Proses rekaman mini album dikerjakan secara mandiri sebgaimana mereka kerjakan dua tahun lalu pada debut album mereka “Ruang”. Bertempat di RAW Studio yang di mixing dan mastering sendiri oleh Billy Maulana (Gitar). Dalam urusan artwork, pengerjaan dibantu oleh Ikmal Febriansyah

“Gelombang Darat” terinspirasi dan tercipta dari cerita-cerita yang mereka dapatkan dari perjalanan tur panjang Jawa – Bali – Sumatera yang mereka lakukan di tahun 2015 lalu dalam rangka mempromosikan debut album “Ruang”. Single “Gelombang Darat” mereka comot dari nama tur yang mereka jalani. Tur intim berkat lingkaran sosial pertemanan yang luar biasa efeknya. Sedangkan lagu “Meniti Masa” merupakan nukilan fase-fase kehidupan yang tanpa disadari mau tidak mau harus  dilewati. Pada lagu “Delusi” Semiotika melempar pesan ekspresi bantahan terhadap pakem kehidupan yang sering orang-orang paksakan.

Album “Gelombang Darat” format Extended Play [EP] ini dikemas dalam boxset terbatas yang berisi rekaman musik dalam format kaset pita, t-shirt, gantungan kunci kulit, poster, stiker, dan pin akrilik. Proses pengemasan boxset mereka kerjakan bersama talenta industri kreatif lokal (Ulsayco, Telulas Handmade, Panji Cumik) di Jambi. Pendistribusian boxset ini pun dilakukan secara mandiri melalui akun jejaring media sosial Semiotika.

Secara utuh saya bisa menilai bahwa Semiotika semacam personifikasi sungai Batanghari yang namanya mencuat dalam jajaran sungai besar nusantara. Post-rock mereka melintasi poros Jawa seperti Jakarta, Bandung, Jogja dan Surabaya. Semiotika mengingatkan saya bahwa banyak talenta bagus dengan aktivitas kreatif nan agresif di Sumatera dan Jambi hanya salah satunya.

Tidak ada komentar