Terbaru

Distorsi Patah Hati 90an ala Powernap

Powernap, alternative rock Bandung ini mengintepretasikan lagu patah hati menjadi penuh distorsi. Single Hurt kini sudah rilis resmi secara digital. Foto : dok.Powernap

Artikel : Anggitane

HujanMusik!, Bandung – Galau sebab patah hati memang tak pernah lihat tempat, cuaca, usia dan latar belakang seseorang. Bahkan kerap muncul jumawa manakala sedang jenius-jeniusnya. Pun kepada aktivis band. Moment patah hati bisa menjadi dua sisi, mematikan atau malah menumbuhkan kreativitas. Jamaknya patah hati terjerembab nyaman dengan tempo rendah, mendayu-dayu dengan harapan memancing mata kaca penyimaknya.

Unit alternative rock asal Bandung, Powernap, bisa jadi satu dari sekian pengecualian. Bagi band yang berdiri sejak 2015 lalu itu patah hati mampu mereka intepretasikan menjadi “Hurt”, single lantang yang mereka rilis secara digital per 15 maret 2018 silam. “Hurt” tak lebih dari penuturan jujur kreatornya seputar kekecewaan, sakit hati yang terkoyak karena ditinggal pergi pasangan hati. Tema yang klise sebenarnya, dari dulu intinya juga itu-itu saja. Namun Powernap mampu membalutnya dalam karya bertempo cepat, penuh distorsi.

Jaki Azhar (vocal), Bagus Pribadi (gitar), Ajie Bhaskoro (drum), Melvin Daniel (bass) dan Sandy Amethyst (gitar)  sepertinya ingin menunjukkan bahwa patah hati tak harus dijalani dengan melankolis. Keras dan bersemangat juga tak haram dibawakan, justru dengan ini deraan patah hati tak perlu berlarut-larut. Move on kalau kata milenial.

“Hurt berbeda dengan lagu galau pada umunya karena lagu ini memiliki tempo yang cepat, sehingga memberikan semangat tersendiri bagi para pendengarnya untuk bangkit dari sakit hati dan mengejar sesuatu yang lebih baik,” tegas pihak band pada HujanMusik!, Maret lalu.

Mendengarkan “Hurt” dalam durasi 4 menit, bayangan saya beranjak mengenali kembali warna alternative era 90an. Seperti mencampurkan distorsi “Planet of Sound” -nya The Pixies dengan “Inside of Love”-nya Nada Surf. Entah apakah itu menjadi referensi musik Powernap atau tidak, setidaknya mendengarkan “Hurt” disela-sela itu seperti terajut satu warna. Bisa jadi saya salah.


Bedanya mereka memadukan ambience elektronik masa kini yang tentu saja lebih familiar untuk telinga seusia mereka.

Diakui Powernap, single ini awalnya hasil rekaman bersama sejawatnya dari UKM Band Telkom University dan termuat dalam kompilasi “Prima Facie”. Prosesnya sendiri menyita waktu selama 3 bulan di Escape Studio, Bandung.

Selepas “Hurt” yang bisa diakses via Itunes, Spotify, Deezer dan sejenisnya, Powernap kini tengah dalam usaha keras merampungkan Extended Play (EP) sesegera mungkin. Tak ada alasan menunda ketika pre-produksi single kedua sudah didepan mata.

Semoga terlaksana.

Tidak ada komentar