Terbaru

Ruang Khusus Teddy Aditya, RAN dan Tulus


Tulus dalam aksi panggungnya pada Festival Dwiwarna 2018 di Bogor Lakeside Sport Club. Acara label 'pensi'yang digelar SMA Dwiwarna Boarding School Bogor. Foto : Anggitane

Artikel : Anggitane

HujanMusik!, Bogor - Pesona panggung solois Teddy Aditya, trio pop/R&B RAN dan Tulus tampaknya benar-benar menguasai benak anak-anak sekolah seperti SMA Dwiwarna Boarding School Bogor. Mereka memilih menghadirkan ketiganya sebagai line-up pemuncak Festival Dwiwarna 2018 : ELIGHTRICITY. Acara label ‘pensi’ (pentas seni) yang dipusatkan di Bogor Lakeside Sport Club, Sabtu (24/2).

Sebagai solois pengusung R&B/soul, Teddy Adhitya sukses membeberkan aksinya dengan dukungan 4 musisi lainnya. Pemilik album “Nothing Is Real” ini menunjukkan bagaimana musik menjadi media komunikasi tanpa sekat antara dirinya dengan penikmat karya.

Terbukti single “In Your Wonderland” dan “Let Me” mudah ditampilkan sempurna, nyaris sepanjang pertunjukan audiens hafal liriknya. Musisi yang mengawali kiprahnya pada 2008 sebagai vokal latar  salah satu musisi senior di Indonesia itu juga relatif mudah membangun komunikasi verbal dengan penonton.

Aksi panggung Teddy Aditya di Bogor, Sabtu (24/2). Foto : Graditio

Selepas penampilan Teddy, giliran Rayi, Asta dan Nino yang tergabung dalam RAN unjuk aksi. Mudah diterka, kemunculan mereka sontak memunculkan histeria massa yang memang sudah sangat lekat. Histeria khas acara pensi yang rutin disambangi kelompok pop/R&B Jakarta ini. Sejak menggulirkan album pertama “RAN For Your Life” [2008] bersama Universal Music, mereka seperti langganan tampil di acara pensi.

Tampil dengan iringan 5 musisi pendukung, RAN cerdas membunyikan semangat crowd dengan “Sepeda”.  Single yang pertama diluncurkan pada 2011 itu seperti mewakili spirit bahwa malam itu harus berlangsung menyenangkan. Tata cahaya panggung yang mumpuni kian menyemarakkan venue dan tepat menempatkan RAN sebagai pusat perhatian.

Urusan penguasaan lirik oleh penonton tak perlu ditanya, hafal nyaris sempurna. Persis seperti single “Dekat di Hati”, tak ada yang tak melakukan sing a long. Demikianlah RAN, melenggang sejak “Pandangan Pertama” hingga kini terus aktif dan tengah asyik-asyiknya “Melawan Dunia”bersama Yura Yunita. 

RAN terlihat lebih aktif menjalin komunikasi dengan audiens. Foto : Graditio
Penampil puncak berikutnya adalah Tulus, solois dengan karakter jazz yang kuat itu memilih menyapa penontonnya dengan “Jangan Cintai Aku Apa Adanya”. Single manis dari sosok yang rajin diganjar penghargaan untuk karya-karyanya itu.

Bisa jadi, Tulus adalah penampil yang ditunggu-tunggu. Tampil dalam balutan setelan hitam yang sangat Tulus banget, aksi panggungnya di Bogor Lakeside Sportclub tak banyak menggoyang panggung sebenarnya. Namun siapa yang tak terbius sajian manis Tulus berupa single penting sejak album “Tulus” [2011], “Gajah” [2014] dan “Monokrom”[2016].

Seperti penampil yang sudah-sudah, aksi Tulus beserta 6 musisi pengiringnya itu juga banyak diwarnai sing a long. Ada yang terang-terangan dengan suara standar, ada juga yang malu-malu dan merasa cukup dengan menggumam.

Kolaborasi Teddy Aditya, RAN dan Tulus pada gelaran ini boleh dibilang berjalan mulus. Meski waktu pertunjukan mundur, masing-masing tetap punya gaya dan tentu saja cara menyapa pengundang/penontonnya.

Tidak ada komentar