Terbaru

Dintara Jalan Mimpi dan Launching Album Oncom Hideung

Coim a.k.a Kusnadi, vokal/gitar kelompok folk Oncom Hideung saat menyapa penonton launching album mereka di Plaza Harmoni Yamaha Music, jalan Siliwangi, Sukasari, Kota Bogor, Minggu (04/02/2018) malam.

Artikel dan Foto Graditio

HujanMusik!, Bogor - Elegan, demikian kesan pertama saya ketika masuk ke dalam pertunjukan launching album dengan tajuk "Jangan Berhenti Bermimpi" milik kelompok folk Oncom Hideung. Pertunjukan yang berlangsung di Plaza Harmoni Yamaha Music, Jalan Siliwangi, Sukasari, Kota Bogor, dimulai sejak pukul 14.00 hingga 22.00 dan dibagi menjadi 2 sesi. Sesi siang hingga menjelang maghrib, panggung dikuasai oleh teman-teman dari pemusik jalanan. Yah…mereka adalah rekan-rekan seperjalanan si empunya hajat yang tumbuh dan berjuang di jalanan.

Sebagai salah seorang yang ada dibelakang HujanMusik! rasanya tak ada alasan untuk melewatkan satu pertunjukan pun. Dari awal sejak MC membuka acara kita sudah disuguhi oleh aksi-aksi nan ciamik dari rekan-rekan musisi.

Jujur, ketika memasuki show case tersebut saya mendapatkan kesan elegan dan mewah, mewah dalam segi kemasan, dan elegan dari segi penggarapan. Pertunjukan dikemas di dalam sebuah aula di gedung harmony yamaha, dibilangan jl. Siliwangi. Kontras dari latar belakang Oncom Hideung yang saya kenal selama ini. Barangkali ini sebuah titik mimpi bahwa tak ada yang tak mungkin untuk mereka yang memperjuangkan karya hidupnya.

Sama halnya dengan sangkaan yang nyaris luput, pertunjukan pada tanggal 4 februari lalu itu digarap secara gotong royong oleh mereka yang tergabung dalam KPJ (komunitas pemusik jalanan). Gotong royong tanpa hingar bingar dan campur tangan Event Organizer (EO), justru sahabat, kerabat dan rekan-rekannya lah yang mengambil peran sebagai EO-nya.

Karena semua tergarap dengan rapih, dari mulai ticketing hingga tata panggung. Saya dan puluhan orang lainnya yang turut menyimak pertunjukan tersebut dimanjakan dengan suara-suara merdu dan kompisisi nada menarik dari teman-teman pemusik jalanan. Mata saya sempat dicuri perhatiannya oleh aksi panggung dari kelompok "Keboen Sastra". Mereka medium balada yang mereka bawakan sarat kritik sosial, dikemas dengan paduan koreografi teater. Kesan saya untuk mereka…mengesankan.

Selepas break maghrib, ruang auditorium semakin dipenuhi puluhan orang. Saya yakin mereka sudah tidak sabar untuk menyaksikan tokoh utama malam itu. Yup, betul... Oncom Hideung. Sebelum menu utama tersaji, suguhan penampilan dari KABOGOH (karinding bogor hudang) pun layak dinikmati. Mereka membawakan lantunan-lantunan doa dengan diiringi alat-alat musik tradisional khas tanah pasundan, doa-doa terlantun sangatlah magis, komposisi nada yang mereka bawakan mampu membuat bulu kuduk saya merinding, dan timbul perasaan hikmat. Baiklah, ini memang sajian pembuka yang menakjubkan.

Horrreeeeee...akhirnya Oncom Hideung pun naik ke atas panggung, suara dari Vicky Rasta dan Laura menjadi pengiring naiknya Oncom Hideung ke atas panggung. Coim sebagai sang vokalis berhasil menyapa penonton dengan ramah, dan dia pun berhasil menjadi object celetukan dari Vicky Rasta yang jenaka. "Hideuuuung kamu im"  wahahaha.

Oncom Hideung : Dikdik (perkusi), Coim (vokal/gitar), Ciong (bass), Kobex (gitar), dan Emon (drum).

 Lagu demi lagu dari album "Jangan Berhenti Bermimpi" mereka bawakan secara seru, sangatlah interaktif melihat aksi panggung mereka. Saya seolah melihat sosok Benyamin S dalam versi tanah pasundan. Bahkan tamu-tamu istimewa pun berhasil dibuatnya tertawa terpingkal-pingkal. Acara launching album Oncom Hideung itu turut dihadiri oleh Walikota Bogor dan kepala dinas pariwisata dan kebudayaan kota Bogor.
Selain Walikota, salah satu peserta konstetan Pilkada kota Bogor juga turut hadir. Oncom Hideung hebat berhasil membuat mereka lupa, bahwa mereka sebetulnya bersaing untuk memperebutkan kursi nomer satu di kota Bogor. Mereka lebih terlihat asik dan berjoget bersama menikmati alunan musik penuh keceriaan milik Oncom Hideung. Hahahaha...aslina maneh lur, keren pisan!.

Acara pun berakhir dengan sesi ramah tamah dan syukuran dari sang punya hajat. Kami semua pun bersyukur atas terjadinya pertunjukan tersebut. Bersyukur dalam beberapa faktor, salah satu utamanya adalah kami bersyukur pemusik jalanan yang selama ini dipandang sebelah mata, akhirnya mampu membuat pertunjukan yang sangat memukau, berkelas, dan elegan. Itu tandanya pemusik yang tumbuh dari jalanan pun mampu bersaing di dunia musik sesungguhnya, layaknya band-band lain pada umumnya.

Oncom hideung…saya bisa katakan ini bukan hanya sekedar acara launching album milik kalian, sebuah cerita tentang kebangkitan pemusik jalanan Bogor, penyulut motivasi rekan lainnya untuk tetap semangat mengejar mimpi.

JANGAN PERNAH BERHENTI BERMIMPI…WUJUDKANLAH.

Tidak ada komentar