Terbaru

Membaca Pathetic Fairytale Karya Saptarasa

Saptarasa, unit musik Bogor yang berani membawa dangdut eksperimental dengan layak. Foto : IG Saptarasa

Artikel : Eka Ugi

HujanMusik!, Bogor - Di dalam ruangan atau bisa dikatakan studio dadakan yang luasnya kira-kira 6 x 3. Seorang perempuan muda umur dua puluhan sibuk memijat-pijat kibor. Lembut, tetapi tetap bersemangat. Pun keempat laki-laki lainnya tampak transenden dengan apa yang mereka lakukan. Seperti menabuh gendang, meliuk-liukan senar gitar, mencolak-colek gemuknya senar bas, hingga teriakan seorang penyanyi. Bukan. Mereka bukan sekelompok orang yang sedang melakukan latihan untuk festival musik atau sekedar iseng, melainkan mereka sedang serius untuk diambil gambar hidupnya (baca: video) lalu dimasukan ke dalam YouTube. Itulah yang tergambar di video band Saptarasa asal Bogor dengan lagu yang mereka beri tajuk "Pathetic Fairytale" (Kisah Peri yang Malang).

Lagu yang dibawakan oleh Saptarasa ini menceritakan seorang aku lirik yang bertemu dengan seorang peri perempuan di sudut sungai. Peri itu diperlihatkan sebagai sosok perempuan yang memiliki satu sayap kanan. Setelah diketahui bahwa sayapnya telah direnggut oleh seorang laki-laki lain (the other), tak lama kemudian aku lirik meyakinkan dirinyalah sayap yang sesungguhnya. Untuk lebih jelasnya kita akan membaca bersama lirik lagu Saptarasa di bawah ini.

Here I am, Walking in the dusk, Surrounded with the sound of trees

Following the river to its end, And I saw an angel crying there   

She chatted me in my mind, She lost her left-side wing, Its stolen by the man after
she made a bad love story

And then I said, nowadays in the growing world, Dont let the kindness is going to
be worst, Romance of lies are scattered on the ground, And you had picked one

And confessions are throwed up in my mouth, I am your wing, trapped in my
changing, After years, Im looking for you, Now let us go home. Now let us go home.

Setelah kita membaca lirik lagu di atas, secara denotatif, kita akan mengetahui betul bahwa cerita yang terkandung di dalamnya merujuk kepada cerita cinta. Apabila dikaji perbait, maka pada bait awal dan kedua yang merupakan sebuah mukaddimah cerita. Aku berjalan di antara pepohonan dan menyusuri sungai. Hingga di ujung sungai ia mendapatkan seorang perempuan yang sedang menangis. Yang menjadi pertanyaan adalah dari mana tokoh utama ini mengetahui bahwa perempuan ini adalah angel atau malaikat. Secara heteroseksual, subjek I di sini merujuk kepada tokoh laki-laki, sedangkan angel mengacu kepada perempuan cantik.

Angel merupakan nomina yang sudah diafirmasi oleh masyarakat bahwa ia merupakan sosok yang suci dan indah juga memiliki sayap. Apabila membaca The Encyclopedia of World Religions yang diedit oleh Robert S. Ellwood dan Gregory D. Alles, yakni malaikat memiliki tiga fungsi sebagai abdi Tuhan, pengantar pesan Tuhan, dan pelindung manusia (2007: 15-16). Maka, ketiga hal inilah yang dinamakan sebagai makna denotasi atau sebenarnya. Akan tetapi, dalam perkembangannya bahwa angel sudah diterima ke dalam kognisi aku lirik sebagai sosok perempuan yang cantik dan menarik, terlebih membuat tokoh utama jatuh cinta.

Kemudian, kata river juga memang kata benda yang diterjemahkan sebagai sungai. Masih mengacu kepada hal yang sama bahwa secara denotatif sungai dideskripsikan sebagai aliran air yang mengacu kepada laut. Betul. Untuk menuju laut, airnya mesti melalui berbagai cabang hingga sampailah ke laut dan ini melakukan proses yang tidak pendek. Maksudnya adalah ketika subjek ingin mendapatkan keinginannya, yakni cinta, ia mesti melalui berbagai hal seperti sound of  trees yang merupakan personifikasi dari orang-orang yang ada di sekitar aku lirik. Bukan hanya itu, trees pun dapat disebut sebagai orang-orang yang pernah berhubungan dengannya, karena mereka memberikan kesejukan dan penghidupan lain. Sayangnya, kehadiran mereka tidak membuat diri subjek menjadi lengkap.

Ketika membaca larik enam hingga delapan, saya jadi teringat tokoh Jake Chambers, salah satu tokoh novel The Dark Tower karya Stephen King, yang berdialog dengan Arra C. via telepati. Maka yang membedakan antara Jake Chambers dan aku lirik di sini adalah aku lirik tidak memperlihatkan sebagai orang yang tidak kaget-kaget amat terhadap obrolan angel melalui telepati. Di sisi lain, tampak menjadi sebuah konvensi bahwa orang sakti, khususnya malaikat, dimungkinkan memiliki kemampuan berbicara melalui pikiran. Dengan begitu, subjek aku lirik menggiring pembaca bahwa angel merupakan sosok yang luar biasa, sehingga ia mampu berdialog dengan tokoh utama melalui medium lain.

Kemudian, tanpa tedeng aling-aling,malaikat cantik ini menceritakan peristiwa yang telah menimpanya. Ia putus cinta. Sayap kiri yang hilang merupakan suatu tanda bahwa ia tengah mengalami hal yang menyakitkan. Tentu, sayap merupakan bagian dari tubuh. Apabila salah satunya terputus maka terdapat luka juga bekas. Pun sayap dapat diartikan sebagai alat kehormatan. Dengan begitu, ketika sayap itu hilang maka ia terbilang subjek yang tidak malaikat juga tidak manusia, karena ia tidak mampu terbang.

Di larik sembilan hingga enam belas. Setelah mengetahui apa yang terjadi pada perempuan yang ada di dekatnya, aku lirik memberikan pandangan atau bisa jadi sebuah pengalaman yang sedang ia hadapi bahwa, kira-kira begini isinya, Jangan biarkan kebaikan menjadi hal yang buruk/Kisah cinta di dunia ini memang bertebaran/tapi hanya satu yang bisa kau pilih. Pencerahan ini sebenarnya merupakan hasil (efek) dari apa yang angel keluhkan kepada aku lirik. Dengan begitu, aku lirik berusaha untuk menenangkannya melalui kata-kata yang baik. Di sisi lain, secara tidak langsung, ia mengatakan bahwa menjalani kisah cinta memang memerlukan pengorbanan, khususnya dalam hal memilih. Itu kenapa bait ini diulang dua kali, karena repetisi merupakan hal pembuktian juga untuk meyakinkan penutur kedua.

Di bait terakhir, sebuah pengakuan terjadi begitu cepat terjadi. Setelah aku lirik memberikan pencerahan, aku lirik mengatakan bahwa sebuah pengakuan akhirnya keluar dari mulutku/aku adalah sayapmu, yang terperangkap dalam pergantian/dalam beberapa tahun ini aku mencarimu/mari kita pulang/mari kita pulang. Di akhir cerita aku lirik akhirnya berusaha memberikan keyakinan bahwa ia adalah pasangan sejatinya. Masih di bait yang sama bahwa hal ini pun merupakan resolusi dari plot yang dihadirkan di dalam lirik lagu, sehingga seolah menimbulkan angin segar atau akhir yang bahagia.

Tema yang terdapat di dalam cerita ini adalah pencarian cinta, akan tetapi cinta yang masih belum menemukan kebahagiaan karena aku lirik hanya melihat angel. Cara penyampaian angel kepada tokoh aku pun seolah-olah melalui komunikasi batin. Inilah yang menjadi connotative meaning, karena boleh jadi tokoh utama hanya membayangkan perempuan yang ada di depannya berdialog dengannya. Karena secara riil seseorang yang asing tidak dapat diterima begitu cepat, terkecuali adanya rekomendasi.

Memang, tidak sedikit grup musik Indonesia membawakan karyanya dengan lirik berbahasa Inggris. Mulai dari Pas Band hingga Superman is Dead dan tak ketinggalan adalah grup musik asal kota hujan ini, yakni Saptarasa. Persoalan membawakan musik dengan lirik berbahasa Inggris memang sah-sah saja dan pastinya juga ada plus-minusnya. Plusnya adalah agar pendengar musik di luar penutur Indonesia dapat menikmati musik nusantara. Kemudian, secara tidak sadar, ini difungsikan sebagai promosi budaya yang ampuh agar orang luar negeri dapat menikmati musik Indonesia.

Betul. Bahasa memang masih menjadi alat ampuh untuk mengiklankan budaya sendiri ke negara lain. Apabila demikian, bahasa Inggris akan menemukan corak atau dialek yang berbeda ketika diujarkan oleh non-penutur asli, seperti bahasa Inggris Amerika, bahasa Inggris Singapura, dan bahasa Inggris Malaysia. Tentu, hal ini tidak luput apa yang dilakukan oleh Saptarasa,grup musik ini menggunakan bahasa Inggris dengan dialek Indonesia. Ini dapat kita lihat di  nowadays in the growing world/Dont let the kindness is going to be worst.Konteks dialek di atas juga akan kentara apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, yakni di dunia yang berkembang sekarang-sekarang ini/jangan biarkan kebaikan menjadi sesuatu yang buruk.

Dengan segala kekurangan kelebihannya, Saptarasa telah menjadi unit musik yang mempunyai karakter sendiri. Bahkan saya berani berkata bahwa mereka salah satu peletak pondasi musik dangdut yang sarat dengan eksperimen dan berada di batas rasa antara sadar dan tidak.

Tidak ada komentar