Terbaru

Dolores Untuk Karya Bagus yang Tak Mudah Pupus


Penyanyi Irlandia dan Internasional Dolores O'Riordan ditemukan telah meninggal dunia di kamar hotel Park Lane London pukul 09.05 waktu setempat. Foto : AFP/Getty Images
Artikel : Anggitane

HujanMusik! - Senja Senin (15/1/2018) itu saya baru tiba di Kolaka, salah satu kabupaten di Sulawesi Tenggara, tempat dimana saya memiliki misi dokumentasi dari kantor saya di Bogor. Sejatinya saya masih dibekap penat dan lelah, baik fisik maupun psikis karena menempuh penerbangan pagi dengan kondisi cuaca buruk, tepat setelah malam sebelumnya memilih begadang demi tugas yang pungkas. Wajar jika saya menginginkan istirahat dan mendinginkan perasaan barang sejenak. Sayang, hal itu tak berwujud manakala layar televisi penginapan menampilkan kabar duka kesekian, tentang kematian salah satu pesohor berpengaruh, Dolores O’Riordan, lead singer of The Cranberries, pada usianya yang ke 46.

Bergegas membuka gawai dan mengaktifkan perangkat internetnya demi memastikan dan menelusuri lebih jauh soal kabar itu. Kematian tiba-tiba vokalis unik yang melegenda dengan hit single ‘Zombie’ itu banyak dibenarkan. Barulah pada Selasa (16/1) secara resmi juru bicara sang legenda, Lindsey Holmes menyampaikan kebenarannya.

"Penyanyi Irlandia dan internasional Dolores O'Riordan telah meninggal tiba-tiba di London hari ini. Anggota keluarganya terpuruk," kata Lindsey dalam sebuah pernyataan yang dirilis CNN Indonesia, mengutip kabar dari AFP.

Kabarnya ia ditemukan meninggal di sebuah kamar hotel di Park lane pukul 09.05 pagi waktu setempat. Tepat pada hari dimana ia dijadwalkan merekam suaranya untuk lagu ‘Zombie’ yang akan dibawakan ulang kelompok hard rock Los Angeles, Bad Wolves.

Saya termasuk remaja yang tumbuh dengan suasana lagu The Cranberries yang lumrah diputar disegala siaran radio saat itu. Entah kenapa selalu merasakan hal berbeda dari karakter yang dibawakan band tersebut, utamanya vokalnya yang membekas. Bahkan tetap nyaman tersimpan disetiap perangkat musik yang saya miliki. Playlist yang kerap menyembul diantara koleksi ska, rock n roll, folk hingga post rock.

Dolores O'Riordan  adalah talenta rock yang pernah dimiliki dunia. Pada saat alternative rock merambah kemana-mana di Indonesia, karya kelompok ini banyak dibawakan pada pentas-pentas musik label festival atau seleksi band suatu acara. Bahkan dalam perjalanan mengenal musik di kota Jogja dan Bogor, banyak unit alternative rock perempuan (semua anggotanya perempuan) yang meng-copy penuh Dolores O’Riordan.

Saya akui ditengah keterbatasan referensi musik, ‘Zombie’ dan ‘Linger’ adalah lagu populer mereka yang saya kenal dan membekas. Selain itu ada ‘Never Grow Old’ yang sempat saya bawakan bersama band dadakan pada acara kawinan kawan di Bogor. 

Begitulah, Dolores  senyatanya menjadi penting untuk dunia dan Irlandia. Tahun 1990an juga akan dikenang sebagai periode penting The Cranberries mencetak jutaan kopi album.

Sejak keluarnya album “Everybody Else Is Doing It, SO Can’t We?”, 1 Maret 1993 yang membuka jalan popularitas The Cranberries dengan torehan prestasi yang tak remeh. Sejarahpun mulai mencatat predikat album terlaris ke-50 di Australia, masuk peringkat 18 di tangga lagu Billboard 200 Album di Amerika Serikat dengan catatan penjualan 5 juta eksemplar album.

Berlanjut album “No Need to Argue”(1994)  dan “To the Faithful Departed” (1996). Bahkan album rilisan tahun 1996 itu menyajikan keterlibatan utuh sang penyanyi, dimana yang kesemua lirik hingga konsep sampul album dikerjakan Dolores sebagai aktor utamanya. Menyusul "Bury the Hatchet" (1999), "Wake Up and Smell the Coffe" (2001) dan "Roses" (2011).

"No Need to Argue" dan "Bury Hatchet" tercatat mampu menembus 20 besar album penting di AS. Bahkan “To the faithful Departed” dikabarkan betah diposisi 4 tangga album Billboard 200 dengan “Linger”sebagai hit 10 besar di Billboard Hot 100.

Tak heran jika lawatannya ke Jakarta pada 2002 dan 2011 silam, The Cranberries menemukan jutaan penggemar yang rela bertandang demi idolanya. Dolores pun dibuat kagum ketika penggemar Indonesia yang berkumpul di Jakarta hafal karya lain semacam “Analyze”,“Ode To My Family”, “Put Me Down”, “Just My Imagination”, “Can't Be With You”, “Waltzing”, “Free To Decide”,”Salvation”, Ridiculous” dan tentu saja "When You're Gone".

Tapi itulah kenyataan hidup, pada masanya akan menemukan titik jemu, berakhir dan selesai. Setelah menuai banyak cerita sukses soal karir musik, Dolores tak ubahnya manusia biasa yang memiliki sisi kacau-balau kehidupan pribadi. Masa lalu kelam korban pelecehan, depresi dan tekanan mental, hingga mengidap gangguan bipolar. Bahkan ditangkap dan ditahan pihak berwajib lantaran mengumbar kekerasan secara fisik dan verbal pada kru penerbangan Aer Lingus, ketika menempuh perjalanan udara dari New York menuju Shannon, Amerika Serikat.

Penyanyi kelahiran Limerick pada 1971 itu memang menyudahi tugasnya mewarnai dunia dengan aksen Irlandia-nya yang khas. Sebagaimana legenda lainnya, rasa-rasanya karya yang terlanjur populer dibawakan sejak 1990an itu akan tetap berlanjut. Saya percaya, karya bagus tak akan mudah pupus.

But I'll miss you when you're gone, that is what I do. Hey, baby!
And it's going to carry on, that is what I do. Hey, baby... .

Selamat istirahat Dolores.

Tidak ada komentar