Terbaru

Rio Satrio Tuntaskan Tur 'Cerita Daun dan Bumi'


Rio Satrio, talenta folk-pop Samarinda, telah merampungkan tur Pulau Jawa 'Cerita Daun dan Bumi' seorang diri. Tur berakhir di EARHOUSE, Pamulang, Tangerang Selatan. Foto : @riosatrio_

Artikel : Anggitane

HujanMusik!, Jakarta - 2016-2017 bisa jadi merupakan masa-masa penting untuk seorang Rio Satrio, talenta Samarinda yang sukses menoreh perhatian publik lewat ‘Cerita Daun dan Bumi’. 2016 adalah masa dimana single ‘Cerita Daun dan Bumi’ mulai dikenal dan merambah telinga penyuka folk-pop di nusantara. Kemudahan komunikasi karya era digital membuat segala cerita mudah didapat, pun hingga ke Samarinda.

Terlanjur populer di tahun 2016, Rio meneruskan jejaknya pada 2017. Tepatnya sejak 29 September lalu album ‘Cerita Daun dan Bumi’ telah rampung dirilis. Album penting yang menandai keseriusan Rio Satrio tampil di ranah musik nusantara. 

Demi menguak dan menyampaikan cerita album barunya itu, lebih dari 13 show telah dijalaninya dengan berbagai catatan tersendiri. Sebanyak sembilan kota, yaitu Surabaya, Malang, Solo, Jogjakarta, Semarang, Bandung, Depok, Jakarta dan Tangerang Selatan, menjadi persinggahan ‘Cerita Daun dan Bumi’ yang dijalani Rio seorang diri. Sendiri dalam arti sebenarnya, tanpa band pengiring sejak 29 November hingga 25 Desember 2017 lalu.

Upaya totalitas yang coba dijalani Rio memang tak main-main. Tur panjang untuk sebuah album perdana tanpa road manager dan pengiring menjadi pertaruhan nama Rio Satrio dan Samarinda, kota dimana karya ‘Cerita Daun dan Bumi’ ia torehkan.

Setahun yang lalu, single ‘Cerita Daun dan Bumi’ pernah menjadi viral setelah unggahan di YouTube channel musik lokal Indonesia, Indielokal. Tur yang ia jalani tak lebih dari upaya memperkenalkan ‘Cerita Daun dan Bumi’ utuh sebagai sebuah album. 

Selain Cerita Daun dan Bumi, nomor folk-pop seperti Nyanyian Hujan, Bulandari, Si Kuning, Stay at Home, Hingga Terkubur (featuring Azizah), Menjadi Lagu (featuring Jondry Rusad), Campur Tangan Semesta dan Mati Rasa, siap ia perdengarkan.

 

Selanjutnya laki-laki berkacamata itu menamai perjalanannya dengan sebutan "Telusur Bumi". Pilihan menyisir Pulau Jawa seorang diri bukan tanpa alasan. Jamaknya tur sebuah band atau musisi solo disertai tim produksi seperti road manager, additional player, atau apapun itu, tapi tidak dengan Rio Satrio. 

Dalam rilisan pers yang dikirim kepada HujanMusik! November lalu, ia hanya berujar singkat, bahwa perjalanan seorang diri yang dilakukannya semata tak mau ada pihak yang disalahkan ketika satu kesalahan terjadi. Pun demikian, jika perjalanan ini berjalan lancar, maka itu adalah hasil kerja kerasnya sendiri.

‘Telusur Bumi’ berawal dengan penampilan di G-suites Hotel, Jl. Raya Gubeng 43 – Surabaya, Rabu 29 November 2017. Berakhir dengan tampilan puncak di EARHOUSE, Ruko Pasar Kita Pamulang, Blok R-2 No.9, Pamulang, Tangerang Selatan, Senin 25 Desember 2017.

Tidak ada komentar