Terbaru

Panggung Kecil untuk Nyali dan Semangat Besar


Aneka rupa keseruan 'Small Gigs Show' Rupa Rupa FISIB Universitas Pakuan, Sabtu 2 & 9 Desember 2017. Foto : Rinjani Reza dan @luparupafisib

Artikel : Rinjani Reza

HujanMusik!, Bogor - Sudah dua pekan berlalu, namun kesahajaan ‘Small Gigs Show’ Rupa Rupa FISIB Universitas Pakuan Bogor Sabtu 2 Desember dan 9 Desember 2017 masih terpapar dalam benak. Berangkat menuju venue kala siang bolong, saya bersyukur berjumpa sekawanan penikmat acara diluar panitia. Seperti biasa, tampil sebagai anomali berkat proyek musik Jembatan Merah, saya berkesempatan bercerita di panggung nan sederhana dengan kekuatan pertemanan.

Hari itu langit masih mendayu dengan mendungnya tapi tak bertemu hujan, saya bersua beberapa teman pengisi acara dan pelapak rilisan fisik hingga pangkas rambut keliling. Tersedia juga deretan pelapak makanan dan minuman yang pastinya cocok untuk kantong mahasiswa.

Setelah asik bercengkrama tibalah giliran saya untuk menyanyikan beberapa lagu dari EP pertama Jembatan Merah. Suasana awal memang sepi, khas nuansa kampus dengan satuan mata kuliah dalam benak penghuninya. Namun begitu panggung kecil berbunyi, sebagian anak kampus mulai menoleh area FISIB dengan keramaiannya. Tak banyak tapi bukan berarti tak ada. Saya amati mereka memilih menikmati secara berkelompok dari berbagai sudut.

Rupa Rupa FISIB memanggungkan sederetan pengisi acara seperti Shinka for Shine, Tertra, Truancies, Merry Celeste, The Gadungan, Anything You want, Pinky Boy, Superiots, Hujan dan Rusa serta veteran Karbit turut serta meramaikan Small Gigs Show Sabtu pertama (2 Desember).

Sepekan berikutnya acara berlanjut pada tanggal 9 desember dengan pementas yang lebih beragam dan ugal ugalan. Bagaimana tidak, beberapa band punk rock siap beraksi di Rupa Rupa FISIB sesi kedua. Nama nama seperti The Kuda, The Rules, Rotten Riot, Tomskate, Breh & The Bangsat (Bandung), The Bullboys, Gesboy, Skydive, Cucurut Batu, Monyet Tinju, Buiten Boys, menjadi pelengkap kebisingan Sabtu itu.

Sesekali bercengkrama dengan panitia dan mempelajari bagaimana anak kampus kekinian melestarikan acara dengan metode kolektif. Mulai dari tenant, band hingga mahasiswa Pakuan sendiri. Saya ragu mereka dapat garansi membuat keramaian semacam ini dengan mudah. Buktinya acara garapan mahasiswa Pakuan ini mampu bergulir dengan donasi sana-sini hingga akhirnya terciptalah Rupa Rupa FISIB itu sendiri. Sungguh acara yang mandiri dan semoga bisa berkelanjutan untuk kedepannya.

Sukses selalu FISIB Pakuan.

Tidak ada komentar