Terbaru

Kala Seniman Muda Unjuk ‘Rasa’ di Katulampa

Penanda Kampung Warna-Warni di Katulampa, Bogor. Pada 16 hingga 17 Desember lalu di kampung ini terlaksana agenda kolaboratif bertajuk Festival Kampung Warna-Warni "KAWANI". Foto : @bogrades.id

Artikel : Rinjani Reza

HujanMusik!, Bogor - Desember akan segera berlalu, tapi catatan ini harus saya tulis sebelum memori benar-benar berlalu. Dalam hitungan beberapa hari kedepan semua yang bertanda tahun 2017 akan menjadi masa lalu, tak lengkap rasanya menutup tahun tanpa kabar keriaan Desember silam.

Jadi gini, ada yang menarik dibulan itu tepatnya tanggal 16-17 Desember 2017, ada satu rangkain kegiatan bertajuk Festival Kampung Halaman "KAWANI" di kampung warna warni Katulampa Bogor. Yak tepat, lokasinya berada dalam satu kawasan dengan Bendung Katulampa, sebuah bangunan yang acap disebut manakala Ciliwung menunjukkan debit air yang tinggi.

Acara tersebut menyuguhkan beragam kegiatan, mulai dari ‘performance music’, ‘live mural jamming’, ‘visual mapping’, ‘layar tancep’, ‘stand up comedy’, ‘performance poetry’, ‘storytelling performance’, ‘colouring for kids’, ‘basic animation workshop’, ‘handlelettering workshop’ dan ‘ngalun competition’ (susur sungai).

Acara festival kampung halaman "KAWANI" di garap oleh kolaborasi Cine Club Boitenzorkh [IG:@cineclub.bz], Bogor Graphic Designers [IG:@bogrades.id] dan Gerakan Seni Rupa Bogor [IG:@grsbkolektif]. Merekalah yang meluangkan waktu untuk menginisiasi sebuah projet seni kolaboratif demi peningkatan kepedulian masyarakat (komunitas & kolektif) terhadap kampung halaman mereka.

Barangkali ada sebagian yang belum tahu apa itu kampung warna-warni Katulampa ? atau dimana lokasinya ?.  Cobalah sesekali berkendara, bertamasya atau berolahraga menuju Bendung Katulampa. Pada bantaran Kali Baru yang merupakan terusan dari Ciliwung, akan memaparkan aneka warna-warni kampung disisinya. Kampung yang dulunya memiliki identitas padat dan kusam, kini telah berubah cantik aneka warna dan ragam lukisan dinding atau mural.

Sejak April 2017, kampung mulai ramai dikunjungi pelancong dengan wahana warna dan ‘ngalun’ untuk anak anak. Dalam beberapa kesempatan saya sempat mengintip banyak status media sosial yang menempatkannya sebagai destinasi wisata keluarga.

Kegiatan Festival kampung halaman "Kawani" saya saksikan sendiri mendapat  dukungan banyak komunitas di Bogor dan kota lain, bahkan seniman mural sekelas -Popo- ikut serta meramaikan acara tersebut di hari kedua. Hari pertama di isi oleh beberapa pertunjukan layar tancep, puisi, stand up komedi, visual mapping, mural jamming dan tentunya musik. Agenda terakhir menjadi alasan kenapa harus saya tulis untuk HujanMusik!.

Datang sebagai salah satu kekuatan Jembatan Merah saya tak terlalu memusingkan siapakah penonton kami. Bisa tampil dan menyaksikan Saptarasa, Jaka Sunda, Artcan, Paparazi, Idypidy, A2, EN.U, Cuttingjune dan aksi Sikoran cukup menjadi alasan saya harus menyaksikan tumbuhnya gerakan kolaboratif seni muda Bogor ini.

Tidak terlalu banyak performer yang tampil tapi cukup menghibur untuk hujan yang tak bosan hadir. Dengan suasana panggung minimalis, kebun ditengah permukiman, berlatar belakang sungai Ciliwung menjadi satu komposisi yang sangat tepat menurut saya.

Acara ini berjalan sangat lancar tentunya dengan dukungan dari warga sekitar yang sangat welcome dan ramah terhadap pengunjung. Semoga acara seperti ini akan terus muncul di kampung-kampung lainnya. Mari pulang ke kampung halaman, tengok dan lakukan suatu perubahan yang baik. Demi kesejahteraan bersama.


Tidak ada komentar