Terbaru

BRTWB, ‘Scream for Revenge’ dan Ritual ‘Fine Dining’ Tanpa Drama Romansa

Bee Right The Winged Bat [BRTWB] pada tampilan mereka di Jackcloth Store Bogor, Minggu (17/12/2017). Hajatan yang menjadi penanda peluncuran EP salah satu kelompok Post Hardcore Experimental Bogor. Foto : @brtwb_official

Artikel : Graditio
HujanMusik!, Bogor - Mungkin hujan adalah partner kerja saya belakangan ini, laju roda ini selalu beriringan dengan tetesan air yang membasahi aspal harapan kota dan balada penghuninya..
Melihat orang-orang yang tergesa agar cepat sampai ke tempat tujuan, atau bersantai ria menikmati hujan pada tepian trotoar dengan pemandangan beton tanpa rupa estetika. Pemandangan yang sama menghiasi perjalanan saya untuk mencapai vanue launching album milik BRTWB (Bee Right The Winged Bat), di Jl. Dr. Semeru. Tepat pada sebuah Ruko Braja Mustika No. 24, dimana Jakcloth Store Bogor berada sebagai salah satu tenant-nya.
Venue telah ramai oleh kumpulan manusia beratribut hitam-hitam yang berbaris rapih. Tak perlu menerka terlalu lama, ini adalah bentuk upaya agar dapat masuk dan menikmati kemeriahan sang punya hajat. Saya memilih untuk menikmati grimis di bangku pelataran sambil menunggu kedatangan Rinjani Reza, kompariot saya di HujanMusik!.
Seluang waktu kami melakukan perbincangan ringan tentang hiruk pikuk nya skena musik metal Bogor, tentang antusiasme penikmat musik metal itu sendiri, tentang dimana semakin hari semakin berkembang, mewarnai rekaman budaya yang tengah disusun generasinya.
Satu jam berlalu, penonton pun dipersilahkan masuk, para personil BRTWB pun telah siap di depan pintu vanue untuk menyambut para metalhead dengan senyuman hangat. Vanue mulai dipadati antusiasme penonton, yang tak sabar untuk mendengar, dan menikmati suguhan dari sang punya hajat.
Untuk menghangatkan sore itu band-band rekan dari BRTWB dipercaya sebagai pembuka untuk menuju kemenu utama nanti.
Pendengaran saya pun mulai diambil alih oleh penampilan dari Kasada, dimana mereka membawakan irama mistis dari alat musik tradisional khas tanah pasundan. Lalu mata mulai terhibur oleh sajian interaktif dari band retro punk The Killas, band-band lain pun mulai menyusul untuk turut menghangatkan sore itu. Tepat dimana hujan menunjukan dominasi dan menjadi backsound untuk kami.
Jam demi jam pun berlalu, tak terasa. Kehangatan "crowd" menemani kami melewati waktu. Selepas break maghrib, acara pun berlangsung kembali, kami pun berjumpa dengan teman kami lainnya semacam para personil band Antartick dan S.P.R.M. Saya tahu mereka tak sekedar berkunjung, melainkan turut berpartisipasi dalam kemeriahan malam itu.
Hailyeah... Dan suguhan utama pun tersaji di depan mata, "Bee Right The Winged Bat". Dicky Mardyana (vokal), Aburizal Bakri dan Nuryana Fajartama (gitar), Dimas M Ahmad (bass), serta Rio Ramadhan (drum), telah berdiri gagah dan siap menggempur telinga dari para metalhead. Selepas intro, "So I Will Remember" dipercaya sebagai pamungkas untuk melumpuhkan indra pendengaran kami. Yup, benar saja para metalhead memenuhi moshpit untuk ber"moshing" ria. Lembab nya hujan tergantikan oleh energi yang berfermentasi menjadi keringat. Teriakan penonton turut mengiringi susunan kalimat sang vokalis.
Susunan pattern drum yang padat khas musik metal, berpadu manis dengan irama elektro. Getaran senar menyatu dengan gagahnya suara sang vokalis, sekilas saya melihat warna musik "Asking Alexandria", dan itu menjadi wajar ketika saya mengingat genre dari BRTWB itu sendiri, mereka mengusung "Posthardcore Experimental". Satu kata untuk mereka "Ciamik" , ya betul, mereka dapat meramu nada-nada dengan ciamik agar dapat menjadi suguhan yang menarik, aaaahhh... dasar kalian ini para peramu handal.
Malam itu BRTWB memang hanya membawakan satu lagu di luar intro, konsep bagus dari sang punya hajat, sekaligus siasat dikala terbatasnya waktu. Mereka mempriotaskan kami lah yang lebih layak berpesta, respek dan salut untuk kalian guys. Tapi terlepas dari itu semua, saya memandang ini layaknya "main course" istimewa pada ritual "fine dining". Kami diberi porsi yang elegant untuk dapat menikmati keistimewaan dari setiap suap nya. Sajian asli dan tanpa drama romansa macam-macam.
Acara pun berakhir dengan bahagia, ditutup dengan ucapan selamat dari para metalhead kepada"Bee Right The Winged Bat" atas lahirnya EP album mereka yang diberi tajuk "Scream for Revenge".
Setelah ini saya merasa perlu berlari dan berdiskusi kepada penulis HujanMusik! lain seperti tuan guru Rizza Ramdhani, petualang Husni Mubabrok atau penulis bangsat Anggitane. Saya perlu bersantap bersama mereka untuk menelaah EP penting BRTWB demi menghasilkan beberapa tulisan kedepan.
Semoga terjadi. Kalau bukan saya ya pasti mereka..hahahaha

Tidak ada komentar