Terbaru

Publik Musik Ciampea dan Panggung di Tengah Pemukiman Warga

Penampilan Jembatan Merah pada acara 1st Anniversary Komunitas Musik Ciampea (Komic), Sabtu 28 Oktober 2017. Foto : dok. Jembatan Merah

Artikel : Rinjani Reza

HujanMusik!, Bogor - Mendapati undangan tampil di Bogor Barat memang bukan yang pertama untuk saya. Tapi tetap saja ajakan main di hari jadi Komunitas Musik Ciampea (Komic) membuat sibuk unit folk asuhan saya bernama Jembatan Merah. Momen bahagia yang sayang dilewatkan, mengingat saya sebenarnya cukup penasaran dengan ranah musik yang sedang berkembang disana.

Dan jadilah pada Sabtu, 28 Oktober 2017 saya mau tak mau dan harus menghampiri hajatan yang diniatkan untuk meramaikan peringatan Sumpah Pemuda di Ciampea.

Hari itu sebenarnya hujan tengah menemani rute Gunung Batu – Ciampea. Beruntung begitu saya dan rombongan berangkat Tuhan mengijinkan dengan meredakan sedikit dan menggantinya dengan gerimis kecil. Setiba di venue acara, saya sejenak terkesima, jika acara musik umumnya menjauhi pemukiman warga, venue disini justru menghadap tepat dimuka rumah-rumah penduduk. Sungguh sebuah sensasi tersendiri bagi saya.

Baiklah, sedikit saya kesampingkan sensasinya. Sempat sedikit mencatat ada lebih dari 20 band keren lintas warna musik yang tampil di panggung dan ditonton ditonton banyak kalangan malam itu. Segelintir yang sempat teringat, mereka adalah Remako, The-X, Sakinin, Timbreshafft, Senja, Wawa, Jacuzzi, FM, AWA Brother, Fadil RWH, Acong Qidal, Ray Briden, Taufik with Breakdown, Petani Singkong, Imhotep, D’Lions, Merriment, Root Steady Beat, Jembatan Merah dan lainnya.

Meski berusaha mengendorkan ego menikmati sensasi, saya tak bisa menyembunyikan rasa penasaran perihal randomnya penonton disini. Mulai dari anak kecil, remaja, dewasa hingga yang lanjut usia, randomnya benar-benar asli. Apapun genre yang tampil sepertinya tak jadi soal, mereka ikut berbahagia tanpa mempermasalahkan perbedaan, semua menjadi kesatuan, semua berdekatan.

Setelah dibuka oleh beberapa band dan aksi solo gitar dari Komic, tibalah giliran saya dan band beraksi.  Membuka dengan nomor andalan “Jenisepta” dan “Senyap” saya siap bercerita malam itu. Sempet gerogi diawal karena ditonton adik adik manis yang setia duduk di depan panggung dengan pertanyaan di kepala apakah mereka menikmati kesenyapan nir distorsi yang kami tawarkan ?. Ah..bebaskan saja lah.

Terbukti seusai bercerita dan menjelaskan soal makna dari isi lagu-lagu saya yang bawakan, riuh tepuk tangan hangat dari mereka memupus kekhawatiran dipinggirkan. Riuh yang terus luruh bersama penampilan dari band keren lainnya, dengan genre yang berbeda beda dan tentunya membuat malam perayaan tersebut terasa semakin akrab.

Sayang, saya tak bisa menuntaskan malam utuh bersama mereka. Ada perkara lain yang harus saya tunaikan malam itu. Saya pulang dengan perasaan senang di hati. Acara Komic memberi warna dan kepuasan sendiri. Semoga diberi kesempatan bertemu suasana serupa.

Tidak ada komentar