Terbaru

Murphy Radio, Talenta Rock Matematis Rilis Video Perdana

Murphy Radio, talenta rock matematis dari Samarinda yang rilis video musik perdanan. Materi ini menandai debut album mereka pada 2018 mendatang. Foto : Murphy Radio
Artikel : Anggitane

HujanMusik!, Bogor - Tiga hari lalu saya dikejutkan dengan singgahnya sebuah materi yang ditujukan kepada redaksi HujanMusik!. Ditilik dari isinya memang masih berupa profil dan pemberitahuan rilis materi tertentu dari sebuah kelompok musik. Yang mengejutkan adalah sumber informasinya (pengirim) yang berasal dari salah satu pulau besar di Nusantara, yaitu Kalimantan, lebih tepatnya kota Samarinda. Maklum kami selama ini tahunya hanya sebatas jejaring skena lokal di Bogor, itu pun masih meraba karena kami awam. Jadi kalau ditanya soal perasaan…ya kami senang dapat kabar dari Kalimantan.

Murphy Radio bisa jadi satu anomali dari kotanya. Tak banyak penyuka dan pelaku musik yang memilih jalur senyap,  musik tanpa vokal dan cenderung instrumental semacam mereka. Salah satu dari sekian kategori musik yang memiliki tugas melintas batas kesepahaman pesan diantara penikmatnya.

Bagi saya pribadi, rasanya tak perlu waktu lama untuk bisa menekuni dan menikmati pesan intrumen yang ditawarkan Murphy Radio. Simak saja sajian musik visual yang belum lama ini mereka rilis via kanal Youtube octopusfilms. Seperti menemukan keramaian senyawa antara Lite dan Toe dalam versi minimalis. Keduanya adalah kelompok math-rock berpengaruh di Jepang.

Bagi trio match-rock asal Samarinda, memilih math-rock tak ubahnya peroses metamorfosis perjalanan musik mereka. Memilih memainkan imajinasi pendengar dan penikmatnya, sekaligus membebaskan mereka mengintepretasikan mau jadi apa.

Meskipun math-rock seperti halnya post-rock, kerap disebut sebagai sub-genre dari progresive rock. Murphy Radio sejak 2012 mantab menikmati melodi bersiku-siku ala gitar Wendra maupun tempo yang melompat-lompat, seringnya malah terjal dari bas Aldi dan drum Akbar. Komposisi musiknya relatif kompleks namun tetap harmonis. Saya menduga mereka memiliki ikatan referensi yang sama kuat soal musik. Sama halnya ketika mereka memaksa saya mendengarkan ‘Sport Between Trenches’, tak urung benak saya ikut bernyanyi mengikuti melodi yang seringnya diulang-ulang itu. Nyaris saja saya tuliskan lirik suka-suka..hahahaha.

“Sports Between Trenches” adalah single penting untuk album penuh mereka pada 2018 mendatang. Materi terbaru setelah peluncuran EP Naftalena rilis pada Agustus 2016 lalu. Perlu diketahui juga, mereka sempat singgah di Bogor pada 8 Agustus 2016 silam pada lawatan tur mereka di Jawa.

Sejak dirilis per tanggal 11 November 2017 melalui kanal Youtube octopusfilms. Video musik yang disutradai oleh Gazaini Laughter ini sudah dilihat lebih dari 3000 orang. Capaian yang baik jika ini diniatkan sebagai treatment berbeda, sebagaimana pengakuan Murphy Radio kepada HujanMusik!.  “Ini hanya sebuah strategi, atau treatment yang berbeda dan langkah lebih jauh bagi kami. Hitung-hitung mencoba pengalaman baru serta perlunya arsip visual dari karya kami.”

Sutradrana Gaza sepertinya cukup mendalami maksud dan tujuan bahwa cara memahami Murphy Radio adalah melalui musik yang diteruskan kepada pendengarnya. “Mereka menemani secara imaginatif. Saya yakin imajinasi penonton langsung bisa merangkai Story line-nya sendiri,” terangnya.

Latar belakang lapangan basket mengisyaratkan kuat unsur sport dalam ritme yang digulirkan. Termasuk pergerakan para personil Murphy Radio. Video sederhana yang lugas untuk melengkapi moment atau aktifitas mereka yang hendak berolah raga sendirian.

Pun saya, selepas mendengarkan nomor “Sports Between Trenches” sepeda lipat yang teronggok sejak 2 minggu lalu menggoda untuk ditemukan dengan jalurnya kembali.

Let’s bike

Tidak ada komentar