Terbaru

Tandang Jakarta Demi Synchronize 2017

Gelaran Synchronize Fest 2017 di Gambir Expo Kemayoran 6-8 Oktober 2017. Festival ini merupakan hajatan musik tahun kedua yang digulirkan Demajors bersama Dyandra Promosindo.
Artikel dan Foto: Rinjani Reza

HujanMusik!, Jakarta – Bertandang ke Jakarta demi kepentingan konser musik bukanlah hal baru untuk saya. Namun terlibat dalam sebuah festival musik yang dihelat selama 3 hari berturut-turut, barulah ini fenomena yang termasuk jarang dan pastinya membekas dalam ingatan. Ke Jakarta sejak Jumat (6/10 hingga Minggu (8/10) membuat saya begitu terbuai dengan suguhan musik bagus, suasana yang menyenangkan dan keramaian yang bersahabat. Apalagi saat itu saya sepenuhnya berada di Gambir Expo Kemayoran, tempat berlangsungnya Synchronize Fest 2017.

Gelaran Synchronize Fest 2017 merupakan hajatan musik tahun kedua yang digulirkan Demajors bersama Dyandra Promosindo. Gambaran kenyamanan menikmati panggung musik adalah senyata-nyatanya, karena saya ada di sana.

Saya bersyukur mendapat anugrah berupa ID All Access dari hasil foto koleksi kaset di rumah, di saat HujanMusik! gagal mendapatkan akses sebagai media. Jarak Bogor – Jakarta pun sangat ringan saya tempuh demi menuju festival musik yang sangat saya idamkan. Bukan tanpa alasan, festival musik ini diisi lebih dari 100 band keren Indonesia dengan genre yang berbeda. Sepanjang perjalanan menuju Kemayoran, saya sudah membayangkan festival ini akan hiruk pikuk dengan segala warna yang beda namun satu tujuan.

Dimulai sejak hari pertama dengan band yang langsung bergerilya dan menyedot aneka pasang mata untuk menikmati hingar bingar Jakarta dalam balutan musik yang aduhai. Menuju akhir pekan pengunjung semakin menyemut di hari kedua yang dibuka oleh band sekelas Bangku Taman. Bayangkan, band panutan legendaris seperti Bangku Taman saja tampil di awal acara. Bisa dipahami jika ada sebagian kolega dan pengagumnya yang merutuk terlambat masuk karena kemacetan kota dan sejenisnya.

Berbarengan dengan tampilnya Bangku Taman, di stage lain, band-band keren juga sedang beraksi. Tema "It's Not Just a Festival, It's a Movement" Synchronize Fest 2017 sepertinya tengah mengupayakan pesan kekayaan musik Indonesia yang beraneka ragam. Ada hampir seratus artis yang semuanya berasal dari negeri sendiri. Saking banyaknya saya tak hafal untuk menuliskan satu per satu.

Pada Sabtu (7/10) saya memilih menyambangi panggung di mana Float tampil. Seolah punya daya tarik tersendiri, Float memang menjadi tujuan wajib untuk saya simak. Tak lama kemudian turut larut bersama hits-hits mereka yang mengajak nyanyi bareng. Sabtu menjelang sore itu saya nilai mereka berhasil menghiasnya dengan kesenduan.

Lanjut ke venue lain, sekonyong-konyong saya mendengar histeria massa yang tengah menikmati Jason Ranti memainkan gitar dengan lirik-lirik nyelenehnya. Ah sempurna untuk melepaskan senja terbaik hari itu.

Menjelang break magrib, ada satu penampil yang membuat saya tertarik menyimak. Mereka adalah Hello Dangdut, grup dangdut modern baru saya temui di Syncronize ini. Keren gila kalau menurut saya, mereka tampil dengan kolaborasi apik bersama beberapa penyanyi ternama, salah satunya ada Andi /rif. Bayangkan, seorang Andy /rif tampil sebagai biduan dangdut, melepaskan identitas sebagai penyanyi rock selama ini. Tak disangka dia mampu menampilkan pertunjukan yang tak canggung, luwes bergoyang, sungguh tontonan yang menarik.

Kejutan berikutnya adalah ketika Ebiet G. Ade tampil selepas jeda maghrib. Tak pernah saya bayangkan lagu-lagu dari om Ebiet ini bisa sangat diminati dan dihafalkan oleh pengunjung synchronize yang hadir dari generasi 90an.  Ebiet memang suguhan anomali yang merusak tatanan imajinasi folk saya hari itu. Saya sangat puas dan mensyukuri bisa menikmati ‘sihir’-nya, sampai-sampai tak menyadari kalau ada RI-1 yang juga ikut berdendang riang dari sisi kejauhan. The Adams pun jadi penutup keriaan malam itu, lagu mereka tetap populer dan dinyanyikan oleh segenap yang hadir.

Pada hari terakhir, sebenarnya saya sudah siap pulang ke Bogor, tapi terpaksa urung karena belum menyaksikan Slank yang didaulat sebagai penutup rangkaian Synchronize 2017. Slank adalah band kesayangan yang saya puja dari jaman SD, band inilah yang mempengaruhi hidup saya hingga seperti ini. Mereka membawakan lagu-lagu dari album 1-7 dan diselingi beberapa lagu dari album baru. Ahh…Slank memang mampu mengajak siapa saja untuk ikut bernyanyi dan kembali kemasa 90an.

Selain Slank hari terakhir juga diramaikan oleh banyak band gawat lainnya seperti Naif, Payung Teduh, Kahitna, Stars And Rabbit, Koil, Marjinal, The Upstair dan banyak penampil lainnya.
Salut dengan penyelenggara festival ini, penyusunan jadwal tampil artis menjadi kunci penikmat musik seperti saya bisa tenang memilih artis untuk disaksikan, masing-masing hari memuat pengisi acara yang tak bisa diremehkan. Sekilas saya sempat melihat jadwal unit punk/hardcore yang tampil pada hari Minggu seperti The Sabotage, Jeruji, Prison of Blues, Ten Holes, Marjinal, DOM 65 dan Straight Answer.

Puas…satu kata yang bisa mewakili. Bahagia bertemu teman baru menjadi hal yang tidak bisa dipisahkan, bahkan selang seminggu berlalu saya belum bisa move on. Masih terganggu dan akan saya tunggu kembali festival musik luar biasa ini tahun depan.

Tidak ada komentar