Terbaru

Menjumpai Malam Mencekam

Mungkin tak pernah terpikir “Malam Mencekam” akan menjadi sebuah judul atau nama untuk sebuah Gigs. Titik keseraman baru saya temukan manakala kolaborasi Lights Vape Store & Wordz Store memulai sajian nonton film bareng "Pengabdi Setan".

Artikel & Foto : Rinjani Reza

HujanMusik!, Bogor - Sejenak saya sempat tersedu membaca sebuah undangan acara disalah satu lokasi nongkrong favorit saya. Tersedu bukan karena sedih atau apa, tersedu karena terharu berkesempatan menyaksikan dua materi penting yang ingin saya saksikan pada minggu-minggu ini. Deeten Studio di Jalan Dadali nomor 10 menjadi tujuan saya demi menyaksikan “Malam Mencekam” yang berlangsung pada Jumat, 20 Oktober 2017 silam.

Mungkin tak pernah terpikir “Malam Mencekam” akan menjadi sebuah judul atau nama untuk sebuah Gigs. Kecurigaan saya, ini pasti bermula dari kasak-kusuk yang lagi rame soal film “Pengabdi Setan”. Film reboot garapan sutradara Joko Anwar itu memang tengah menjadi perbincangan, genre horor yang konon penontonnya tembuh angka 2 jutaan.

“Malam Mencekam” bisa dikatakan hajatan musik yang mencoba mempertemukan dua kutub tontonan dengan intensitas keseraman sebagai pengikatnya. Malam itu musik yang diedarkan bersumber dari tampilan Ascender, Broad, Loded 60, The Killas, Taro dan The Rules. Sepertinya penggagas acara ini memilih gairah band-band muda dengan skill dan materi musik berbahaya sebagai sajian ‘Mencekam’. Jujur, menyaksikan tampilan mereka saya segera terhibur setelah melibas kemacetan kota yang kian menguras energi dan psikis.

Titik keseraman baru saya temukan manakala kolaborasi Lights Vape Store & Wordz Store memulai sajian nonton film bareng. Seperti yang saya duga, film yang mereka putar adalah salah satu film yang judulnya sedang ramai diperbincangkan, bedanya yang ini adalah versi pertama yang sudah dirilis tahun 1980. Film ini adalah film “Pengabdi Setan” edisi pertama yang disutradarai Sisworo Gautama Putra.

Film “Pengabdi Setan”memang bukan lagi tontonan generasi millennial. Tapi saya perlu berterima kasih dengan Joko Anwar dan rengrengan, gara-gara film reboot-nya, saya jadi tahu bagaimana Rita, Mawarti dan Darminah di film versi pertama. Versi berbeda yang tetap membuat mata saya enggan menonton tapi penasaran.

Lengkap sudah malam yang semakin mencekam itu. Selain ada musik yang keren, kini saya lebih berani menonton film genre horor, dengan catatan nontonnya barengan…hahahaha.

Tidak ada komentar