Terbaru

Debut Mini Album The Rentones dan Seputar Perkenalan dengan Surf Music

Aldino  (Bass) dan Umar (Gitar) siap meramaikan kancah music surf-hot rod. Foto: The Rentones
Artikel: Husni Mubabrok

HujanMusik!, Bogor - Musik tidak bisa dilepaskan dari aktivitas komunitas yang menggemarinya. Hampir seperti tebak-tebakan ayam vs telur yang misterius, musik bisa melahirkan komunitas tententu, dan sebaliknya, sebuah komunitas bisa saja melahirkan musik. Secara musikal, kadang sulit membedakan jenis musik tersebut. Misalnya skate punk, genre yang lekat dengan aktivitas skateboard, sekilas terdengar sama dengan punk atau neo punk pada umumnya. Tapi baiklah, mungkin kita memang tak perlu terlalu serius mencari pembedanya, karena sejatinya genre seperti itu didasarkan pada gaya hidup tertentu.

Contoh lain adalah surf pop/rock dan surf-hot rod. Sayangnya saya kurang gaul hingga telinga saya tak akrab dengan genre ini. Ditambah tempat tinggal yang memang jauh dari aktivitas surfing dan pantai yang notabene menjadi latar belakang kulturnya. Pertama kali berkenalan dengan genre tersebut adalah saat membaca salah satu artikel di hujanmusik.id tentang The Mentawais.

Selagi saya masih tak habis pikir tentang bagaimana Bogor bisa melahirkan band semacam itu, saya tambah terkejut saat hujanmusik.id menerima press rilis tentang band instrumental surf-hot rod asal Bogor yang mini albumnya resmi rilis bulan ini (Oktober 2017, -red).

Adalah The Rentones, sebuah kelompok yang berdiri pada tahun 2015 lalu. Dibentuk oleh Aldino Anatusa (bass) dan Umar Bawahab (gitar), band ini mengaku siap meramaikan hingar bingar musik Bogor setelah selama dua tahun fokus meracik konsep musik dan sound untuk albumnya. Kini mereka hadir dengan menghidangkan empat track: “Blown & Injected”, “Draguar”, “1/8 Mile”, dan “Sneezed The Blower”.

Menurut Umar, gitaris berbadan kekar yang murah senyum, album perdana The Rentones ini berbeda dengan nomor surf rock pada umumnya, karena mereka mengusung tema drag race. Keseluruhan lagu dalam album berjudul “Blown & Injected” ini terinspirasi dari tren yang terjadi di era skena musik surf tahun 60-an di negri Paman Sam sana.

Alkisah, di era tersebut, aktivitas selancar dan otomotif sedang panas-panasnya, diikuti dengan perkembangan musik yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya genre ini. Kemunculan band-band seperti The Astronauts dan Link Wray, menjadikan genre ini semakin populer dan diikuti banyak band lain, salah satunya The Rentones.

Seluruh konsep lagu di album The Rentones pun dibuat untuk melatari mood dan adrenalin yang khas dengan kegiatan drag race. Konsep soundnya pun sangat khas yaitu tone gitar berbalut reverb tebal, alur bass yang bergerak aktif tanpa henti dan hentakan drum yang cepat untuk menjaga akselerasi.

Saya pun terpancing dan segera meluncur ke kanal youtube dan soundcloud The Rentones untuk menyimak teaser albumnya, termasuk lagu full “Blown & Injected”. Dan yap, lagu ini memang bisa memicu adrenalin, membuat KawanHujan serasa ingin tancap gas. Sepakat jika ada yang menyebut bahwa lagu ini bisa menghadirkan sensasi kebut-kebutan ala NHRA Championship Drag Racing tahun 60-an.

Sebagai spoiler, lagu “Blown & Injected” dan “Draguar” menggunakan minor scale bertempo cepat dengan progresi chord khas surf musik sebagai landasannya. Dalam “Sneeze The Blower”, dominasi fuzz pada gitar yang menghentak bisa mengingatkan pada sountrack film-film bertemakan geng motor tahun 60-an seperti ‘The Wild Angles’ dan ‘The Glory Stompers’. Sedangkan “1/8 Mile” hadir sebagai penetralisir atas kegilaan jalanan di lagu-lagu sebelumnya, cenderung bertempo lebih lambat namun kelam dan mengerang di pertengahan. Keempat track tersebut dikemas dalam mini album berformat kaset pita yang dijual terbatas, berikut sticker dan voucher download untuk mengunduh versi digital dari mini album ini.

Kembali ke seputar musik surf rock atau surf-hot rod. Umar menuturkan bahwa di Indonesia, termasuk Bogor, musik ini memang belum begitu dikenal secara luas. Dari segi penggiat pun, masih jarang band yang mengusung tema surf music. Tapi Umar optimistis bahwa surf music di skena lokal sedang berkembang ke arah yang lebih baik.

“Setahun belakangan ini ada aura positif sepertinya tahun depan bakal lebih menyenangkan kalo dilihat dari jumlah band surf yang sedikit demi sedikit mulai bertambah walaupun ga signifikan.” Tutur Umar.

Tapi tidak sebatas di skena lokal, The Rentones juga mengupayakan agar musiknya dapat didengar di luar negri, khususnya di wilayah yang ramai dengan perkembangan surf music dan aktivitas surf/drag race. Kabar baiknya adalah, selama dua minggu terakhir ini lagu The Rentones sering diputar di radio-radio khusus beraliran surf.

Tentu saja kita berdoa agar The Rentones bisa mendapat respon yang semakin baik tidak hanya di lokal Bogor, namun juga di seantero penjuru dunia beserta garis pantai dan arena balapnya. Amin.

Tapi di luar kultur yang diusung, bukan berarti karya The Rentones tidak bisa diminati oleh orang-orang di luar skenanya. Saya dan beberapa teman terbukti bisa enjoy mendengar “Blown & Injected”. Semoga KawanHujan yang lain juga begitu. Saran saja, jangan dengarkan lagu ini saat berkendara di jalur padat, karena bisa jadi naluri untuk tancap gas tak bisa dibendung. Aslinya.

Tidak ada komentar