Terbaru

Smandafest 2017 : Derau Manis yang Kami Inginkan


"Smandafest 2017" menghadirkan nama-nama artis yang sudah cukup populer di kalangan anak muda. Sebut saja Fourtwnty, Dekat, Yura Yunita dan Dhipa Barus. Foto : Rinjani Reza
Artikel : Rinjani Reza & Graditio

HujanMusik!, Bogor - Sabtu (16/9) siang itu kami rasa Bogor tengah gencar memaparkan keterikannya. Suasana yang cukup bikin malas untuk melakukan aktifitas luar ruangan. Tapi apa daya, notifikasi pesan saling selimpat di antara kami tetap memaksa untuk ke luar ruangan. Pasalnya, hari itu kami sudah berjanji untuk tiba di “Smandafets 2017”, sebuah rangkaian acara tahunan anak-anak SMA Negeri 2 Bogor. Salah satu acara penting yang ada di list kami hari itu.

Setibanya kami di sana, pemandangan venue sekolah yang ada di Jl. Keranji Ujung No 01 Komplek Budi Agung Kelurahan Sukaresmi Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor itu cukup menarik perhatian. Sesekali kami pun harus menelan ludah dengan pemandangan yang ada. Jajaran stand makanan/minuman di kala terik itu semacam menghujam iman untuk mendekat. Tapi kami tetap harus fokus, panggung utama tempat atraksi musik berlangsung harus mendapat porsi utama perhatian kami…eh, tapi itu minuman berapaan yah....!?

Beruntung… panggung yang tadinya senyap sudah mulai berbunyi. Deretan band tuan rumah tampil menunjukkan aksinya. Dari yang dengan percaya diri melantunkan koleksi karya mereka sendiri, hingga cover lagu-lagunya duo Elda Suryani-Adi Widodo, a.k.a Stars & Rabbit. Mereka adalah Suit and Tie, 53rd Sunday, Bougenville, Rhineka dan Irridium.

Setelahnya massa yang semakin mendekat disuguhi pop modern semacam Bastille, Ellie Goulding, Drake atau Twenty One Pilots. Siapa lagi kalau bukan kelompok Dekat. Dekat merupakan reinkarnasi dari kelompok vokal ‘Tangga’ tanpa Nera. Sejenak kami seperti mengenali sentuhan electronic dance music (EDM-red) yang mengiringi tampilan Kamga, Tata, dan Chevrina. Penggabungan hip-hop, RNB, dub sangat terasa kuat. Satu dari sekian alasan kenapa venue mulai terasa sesak dan dipenuhi anak-anak usia SMA bergoyang. Alasan lain adalah karena Kamga adalah salah satu senior mereka.

Selepas bergoyang bersama Dekat, giliran Fourtwnty menenangkan suasana. Konsep semi akustik dengan lirik kuat yang menjadi penciri kelompok yang menghadirkan Ari Lesmana, Nuwi dan Akar. Lirik puitis dan aransemen yang enggak berlebihan bikin Fourtwnty digemari di kalangan anak muda dan mampu mengajak penonton sing along di antara senja yang melambaikan keindahannya sore itu. Ah… begitu indahnya laksana vokalis Ari Lesmana memberi pesan untuk tidak memandang beda setiap manusia atas nama kelompok.

Tak lama berselang dari break Maghrib, Fourtwnty masih sempat melanjutkan 1 lagu terakhir dengan penuh ketenangan. Setenang tampilan film “Filosofi Kopi 2 : Ben & Jody”.

Selanjutnya giliran Yura Yunita yang ambil peran. Yahh… barangkali inilah yang paling ditunggu-tunggu penampilannya oleh penonton, kalibrasi antara musik pop dan jazz yang ceria, nyata-nyata mampu membuat suasana lebih terasa riuh. Angkat topi untuk artis yang satu ini, interaksi yang bagus pun menjadikan penampilan Yura Yunita terasa lebih bersahabat. Ia mampu membius penonton dengan alunan galau nan mendayu dengan diselipi beberapa improvisasi swing jazz.

Mayoritas penonton wanita sukses dibuatnya berderai di lagu "Cinta dan Rahasia". Beranjak pada lagu "Intuisi" sepertinya kita semua sepakat, pernah merasa yakin terhadap seseorang bahwa dia adalah jodoh ku.

Beranjak malam, suasana “Smandafest 2017” kian menggelora. Dhipa Barus yang didaulat sebagai penampil terakhir sukses menyuguhkan atraksi musik menarik. Ritme elektronik yang dia mainkan seperti melebihi batasan umur siapa saja yang disapanya. Terlihat beberapa alumni sekolah ini yang hadir turut terbawa arus playlist yang dibawakan Dhipa.

Barus juga semakin dikenal oleh publik setelah meluncurkan sebuah single berjudul “No One Can Stop Us”, buah kolaborasi dengan Kalulla. Kami sepakat untuk menilai aksi Dhipa Barus paling energik hari itu, beat yang naik turun dan pilihan lagu yang tepat mampu menyihir penonton untuk ikut bergoyang, bernyanyi, hingga beberapa lagu yang telah diputar pun terasa baru satu lagu saja. Sungguh penutup acara yang tepat untuk “Smandafest 2017”.

Baiklah… sepanjang “Smandafest 2017” berlangsung, tak ada aral melintang yang mengganggu jalannya acara anak-anak SMA Negeri 2 Bogor ini. Semua tampaknya puas.

Catatan untuk kami berdua, lain kali jika datang ke acara seperti ini, kami perlu memikirkan lokasi strategis untuk memarkir kendaraan, karena venue acara bukan toko gudang rabat, gak ada first in first out.. datang terlalu awal bisa berujung pulang belakangan gara-gara parkiran…hahahaha.

Tidak ada komentar