Terbaru

"Single Player", Remah Chiptune yang Tak akan Padam

Tampilan salah satu performer pada acara "Single Player", salah satu acara skena chiptune Bogor. Selain "Single Player", Bogor juga memiliki beberapa acara chiptune yang sempat bergulir kencang meski kini lama tak terdengar kabarnya.

Artikel dan Foto : Rinjani Reza

HujanMusik!, Bogor - Venue Buitenhuis Café and Gallery di jalan Pandu Raya nomor 184 Bogor terlihat menggebu-gebu. Paling tidak itu terjadi pada set list saya dan tim saat memulai pertunjukan chiptune, demi memanaskan gelaran "Single Player" yang menghujam kota, Sabtu (23/9) lalu.

"Single Player" merupakan acara pertunjukan musik sebagai gerakan dari skena chiptune Bogor. Skena ini telah aktif menggulirkan beat mereka sejak tahun 2011. Baiklah, saya akan coba mengawali introduksi singkat soal chiptune yang saya kutip dari berbagai referensi.

Chiptune adalah musik yang dibuat dari sound format yang telah disyntesizekan secara realtime oleh komputer atau video game sound chip. Bebunyian ini sangat populer pada periode pertengahan hingga akhir 1980, masa di mana untuk membuat musik dengan komputer hanya tersedia sound chip tersebut. Kondisi ini memberikan fleksibilitas kepada para komposer dalam menciptakan instrument sendiri.

Chiptune kemudian ramai menjadi musik latar dari game Super Mario Bros, Tetris, atau Pacman. Keunikan dari musik chiptune adalah pada sound 8bit dan 16bit (4.41khz-48khz-96khz). Di bawah itu hanya merupai dalam 4 gelombang dasar. Di dalam chiptune sendiri terdapat 4 jenis basic waveform yaitu sine wave, squere wave, pseudo-triangle dan low-resolution noise.

Nah..selain "Single Player", Bogor juga memiliki beberapa acara chiptune yang sempat bergulir kencang meski kini lama tak terdengar kabarnya lagi.

Saya sendiri mulai tertarik terhadap chiptune pada tahun 2008 ketika musik ini berada di atas kejayaannya. Chiptune juga telah lama dikenal sebagai soundtrack game pada Nintendo dll. Di tahun 2008 banyak orang memainkan musik ini dengan jenis yang berbeda, ada yang memadukan dengan musik pop, rap, bahkan sampai metal. Saya sendiri memiliki grup yang bernama Bibir Merah Berdarah yang kami rilis pada tahun 2009 dengan memperpadukan beat 8bit dengan vocal Scream ala band metal yang akhirnya disebut nintendocore. Pilihan ini kami ambil karena tak banyak yang memainkan jenis seperti ini di dunia atau di Indonesia sendiri.

Saya memiliki alasan tersendiri untuk memaksa hadir dan terlibat dalam keramaian acara "Single Player". Kelompok chiptune saya tadi kemudian memutuskan berganti nama menjadi Merah Berdarah dengan konsep musik yang sedikit berbeda dari awal kami berdiri. Dan acara "Single Player" adalah menandai 2 tahun setelah panggung kami yang terakhir. Ajakan untuk bermain dalam "Single Player 2017" jelas membanggakan, berbagi venue dengan banyak performer yang baru kami kenal dengan musik mereka yang beragam.

Beberapa nama yang tampil malam itu adalah: Inkglospace, Nanotronika, Superheroboy x cupcupcips, Patrick electric, Luglio, Orang-People, Nintendobrother, Shakaboyd, Merah Berdarah, The Listrix (DJ set) serta Maspey.

Acara Sabtu malam itu saya nilai berjalan cukup intim. Kedatangan beberapa teman lama maupun teman yang baru pertama kali datang ke acara chiptune, memungkinkan interaksi asyik. Dansa adalah sebagian hal menarik selain memperhatikan alat-alat aneh yang dibawa para performer.

Satu lagi yang membuat pilihan saya tak salah, venue intim dengan tempat yang sangat nyaman, di mana aura artistik sangat kuat terasa dan aroma kopi yang memanjakan hidung sepanjang pertunjukan, semakin membuat acara "Single Player" terasa hangat.

Ujungnya saya melihat rasa puas terpancar di muka para pengisi acara, berjumpa kawan lama hingga share seputar game boy pun jadi pelengkap di "Single Player" kemarin. Ah…saya seperti menemu kembali remah chiptune yang tak akan padam.

Tidak ada komentar