Terbaru

Kotak Kenangan Bernama My Secret Identity


"My Secret Identity selalu membuat saya seolah menggenggam setitik imajinasi yang besar di dalam kepala, dan pada akhirnya terciptalah juga prosa saya yang berjudul "Frame Pagi", yang saya sengaja buatkan dengan menggunakan lagu mereka yang berjudul "Fall In Love Again" sebagai latar belakang tulisan saya". Foto : Dok. Ricky Herdiansyah
Artikel : Sekar Pupitasari

HujanMusik!, Bogor - Belakangan ini saya rajin membuka kotak kenangan, membalik waktu ke tempat-tempat tertentu seolah mengantongi mesin waktu pribadi, sambil sesekali membayangkan momen yang paling menyentuh. Seperti berada di satu sisi dimana memori hanya akan menayangkan ingatan-ingatan yang hanya ingin kita ingat saja.

Merasakan lagi bahagia yang sudah terdokumentasi sedemikian rupa di dinding rasa, membayangkan lagi sayatan perih tanpa sakit yang melukai. Meskipun saya sudah hafal runutan ceritanya, kali ini saya akan menceritakannya kembali.

Tidak pernah ada yang kebetulan di dunia, karena semesta sudah menyiapkan cerita dan destinasi tersendiri untuk mempertemukan saya dengan hal-hal rahasia yang kemudian mencipta satu momentum yang tidak pernah saya ketahui.

Saya pernah menuliskan ini sebelumnya, beberapa tahun lalu. Jika dikalkulasikan dengan hitungan waktu, kira-kira 1.555.200 detik yang lalu, tepatnya di tahun 2013. Di satu sore yang sederhana di tengah hujan bulan Juni, sambil ditemani kopi, saya pernah menuliskan sebuah prosa yang saya persembahkan sebagai bentuk apresiasi kepada band indie Bogor sepanjang masa, My Secret Identity.

close your eyes every morning / see your face in my room again / touch your hair while you’re sleeping

Sudah lama saya mengenal mereka lewat olahan nada yang mereka ciptakan. Walau belum berkesempatan menyimak rilisan terkini, namun karya mereka sebelumnya seperti "Lucy" dan "I Want To Say (I Love You)" begitu akrab di telinga saya. Saya sudah kenal betul bagaimana petikan gitarnya. Saya juga tahu berapa ketukan sang vokalis mengambil nafas sebelum bernyanyi, atau hentakan drum dan simbal yang berdenting-denting.

Lagu-lagu My Secret Identity selalu membuat saya seolah menggenggam setitik imajinasi yang besar di dalam kepala, dan pada akhirnya terciptalah juga prosa saya yang berjudul "Frame Pagi", yang saya sengaja buatkan dengan menggunakan lagu mereka yang berjudul "Fall In Love Again" sebagai latar belakang tulisan saya.

Meski belum bersentuh raga, namun saya seperti sudah mengenal mereka lebih jauh dan lebih lama, bahkan sebelum itu. Lagu “Fall In Love Again” menjadi satu lagu favorit yang selalu ada di pemutar digital saya, karena lagu-lagu mereka selalu berhasil melayangkan saya ke tempat-tempat yang hanya saya saja yang tahu akan kemana saat saya menutup mata. Seperti kepingan amniotik, semesta kecil saya telah mencipta teduhnya sendiri. Lirik lagunya punya ruangan tersendiri dan terbesar di hati saya dan membuat saya siap untuk jatuh cinta kembali.

you took me away with your love /
so i could fly away / fly away with you


Lagu ini seperti mengingatkan saya kepada kisah saya sendiri. Saat saya merasa ada dalam situasi yang tidak saya inginkan, atau terperangkap dalam situasi agung yang tidak dapat saya hindari, saya akan menatap langit yang berjendela biru dan luas sambil mengulang-ngulang kembali lagu dan liriknya. Karena lagu mereka seperti pesulap yang mampu merubah hal-hal biasa menjadi sesuatu yang luar biasa. Hingga lagunya tidak hanya mewakili, namun seolah mengajak terbang dengan sapu terbang.

come with me and you will see / in my heart you will always be / take my hands lets go to far land / and together every now and then

Tidak ada bahagia selamanya di dunia ini karena bahagia selamanya hanya akan ada di dongeng-dongeng klasik. Namun bukankah hati selalu ingin dibagi? Karena hati terlalu luas untuk kita tinggali sendiri.

Jadi ciptakan dongengmu sendiri, dan ciptakan juga bahagia selamanya milikmu sendiri. Walaupun rasa yang nantinya mungkin akan mati, namun tetap akan hidup bereinkarnasi berkali-kali.

Kira-kira itu yang saya bayangkan, dan mereka pun seolah ingin juga memberi keyakinan pada diri bahwa cinta itu ada. Dengan caranya, mereka seperti menyakinkan kita yang sering tidak yakin pada diri sendiri. Meskipun tidak ada bahagia selamanya yang bisa dijanjikan, namun akan selalu ada seseorang yang menjadi teman hidup berjalan melewati setiap tanjakan, atau turunan hingga menemukan jalan tanpa rintangan. Akan ada seseorang yang mengarahkanmu untuk membaca rambu-rambu dengan benar.

Di satu momen tertentu, saya selalu kembali diingatkan bahwa pada saatnya, kita akan menapaki waktu sambil memaknai rindu. Karena lagu selalu bergerak membawamu kepada perhentian destinasi dimana segalanya akan menghantarkanmu kepada orang-orang yang menemanimu berjalan bermil-mil jauhnya. Atau sekedar duduk sambil mendengarkan lagu ditemani obrolan familiar. Dan kita tidak pernah benar-benar sendirian di dunia ini selama kita masih bisa memeluk diri.

Saat menulis ini atas permintaan Rizza Hujan, saya merasa benar-benar penuh oleh kata, dan saya menunggu untuk bertemu dengan mereka suatu hari nanti. Saya akan mengenal suaranya.

Singkat kata, saya adalah penggemar nomor satu band Ricky dan kawan-kawan ini. Sambil menunggu, saya punya mantra yang tersimpan rapi dalam kotak kenangan untuk saya ucapkan berulang-ulang.

everytime you feel alone / just sing this song and i’ll sing along / and I’ll be there for you and forever will do / when i'm falling in love again...

Tidak ada komentar