Terbaru

Jalan Hip Hop yang Tak Lagi Sunyi

"..banyak track-track magnum opus (masterpiece, -red) keluar di tahun 2017 ini. Dan bisa dibilang bahwa tahun ini memang tahun terbaik bagi hip hop lokal, aakhirnya kami semua setuju bahwa hip hop memang sarana terbaik dalam menyampaikan pesan". Foto : Husni Mubabrok.

Artikel : Danial Fahreza (Lezzano Fade2Black)


HujanMusik!, Bogor - Pagi itu saya diminta untuk menulis oleh HujanMusik!. Saya sanggupi, meski sebenarnya waktunya kurang pas karena task list saya cukup banyak, mengingat album grup rap saya akan segera rilis. Saya sendiri juga sedang menyelesaikan artwork album dari Rendy Pandugo, disamping tentu saja saya ‘ngantor’ di salah satu perusahaan agensi.

Jadi tulisan ini saya tulis saat waktu senggang. Kadang saya tulis di aplikasi note bawaan smartphone.

Tema yang diminta adalah lokal hip hop. Sejujurnya saya agak sedikit malas berbicara hip hop karena kadang mood saya sedang tidak mau bersentuhan dengan hip hop. Dan ketika ditawari menulis soal hip hop lokal sebenarnya saya lagi sedang tidak mendengarkan hip hop selama hampir 1 bulan ini. Tetapi sekali lagi saya ‘iya’-kan. Toh nggak ada yang salah dengan hip hop lokal saat ini, apalagi dari mata seorang pelaku hip hop lokal asal Bogor

Atmosfir yang berasa berbeda dengan hip hop saat ini dan saat tahun-tahun awal saya terjun sebagai pelaku hip hop adalah sinerginya.

Ketika itu (awal tahun 2000-an) tidak terlalu banyak rilisan hip hop lokal. Meski geliat dari panggung ke panggungnya bisa dikatakan lumayan. Sejauh yang saya ingat, di tahun 2001-2002 Doyz merilis Perspektif, Xhaqala sekitar tahun 2003an, Modus Operandi asal Semarang juga merilis split album bersama BSK. X-Calibour juga sedang hangat-hangatnya terdengar terus menerus di MTV. Selain itu tentu ada Oka dan Saykoji juga merilis masing-masing album. Kami sendiri di Bogor tidak mau kalah, dengan semangat penuh kami mencoba membuat satu album yang kami rekam melalui PC dengan aplikasi Fruity Loops dan Cool Edit Pro edisi terbaru saat itu. Yang kerennya, kami merekam suara kami melalui microphone karaoke 25-ribuan kepunyaan keluarga Anan, beat maker kami. Hasilnya Alhamdulillah amburadul jika kita mendengarkan album itu saat ini. Malu-maluin lah.. Tidak lama, album-album lokal asli Bogor pun banyak beredar.

Sinergi antar pelaku hip hop lokal saat itu terasa berbeda. Tidak bisa disangkal, kami seperti saling membuktikan siapa hip hop yang paling hip hop. Kami malas dan enggan untuk membeli album teman kami sesama hip hop. Entah karena campuran rasa superior dan tengil, atau karena kami semua merasa bahwa hip hop yang lain itu jelek, kami yang keren. Dan ketika saya mengatakan ini, bukan dalam arti hal ini dilakukan oleh kami saja, bukan.. tapi oleh seluruh pelaku hip hop. Dan akhirnya pengkubu-kubuan pun ada di dalam hip hop lokal saat itu. Grup A, B, dan C itu di sana… grup D,E dan F itu di sonoo.. begitu seterusnya. Makanya janganlah heran bila mendengar satu grup, featuring artisnya ya hanya itu-itu saja. Dan itu terjadi merata di semua hip hop lokal. Memuakkan, ngebosenin.

Sinergi yang kami rasa di saat ini 180 derajat berbeda. Meski tetap kubu-kubuan itu masih ada. Tapi, kami sangat mendukung sesama pelaku hiphop lokal yang kira-kira masih mempunyai pesan dan selera yang hampir sama. Kami masih saling bisa bekerja sama meski berbeda kubu dan tongkrongan.

Selain itu, kami rasa, dengan bertumbuhnya umur dan berubahnya sikap dan perilaku, menjadi salah satu penyebab kenapa saat ini hip hop lokal lebih “fresh” dibandingan 15 tahun silam. Kami tidak lagi perlu menunjukan hip hop mana yang paling keren, tapi semua pelaku hip hop lokal menunjukan apa yang paling terbaik yang bisa ditampilkan.

Nyawa “saling menghargai” itu ada di saat umur sudah sama-sama menua. Bila hari gini ada emcee lokal yang belum bisa menghargai lokalis lain, artinya itu emcee masih perlu melanjutkan sekolah, tidur tepat waktu dan jangan lupa minum susu, nuff said.

Kami melihat banyak track-track magnum opus (masterpiece, -red) keluar di tahun 2017 ini. Dan bisa dibilang bahwa tahun ini memang tahun terbaik bagi hip hop lokal. Dengan keberagaman warna hip hop itu sendiri yang akhirnya kami semua setuju bahwa hip hop memang sarana terbaik dalam menyampaikan pesan. Entah apapun pesan yang ingin disampaikan oleh masing-masing emcee.

Tidak ada komentar