Terbaru

Festive!#1, Ekspektasi Britpop 90an dan Perjumpaan Nil

Rendy, vokalist Nil dan former Cause. Malam itu Nil menyuguhkan tampilan penting untuk pengunjung Festive!#1, mereka seperti terasuki roh New Radicals. Foto : @gilanggie_photography
Artikel : Graditio

HujanMusik!, Bogor - Jumat (22/9) malam itu saya sengaja datang lebih awal ke Midland Eatery. Dari jadwal selebaran yang saya terima Festive!#1 diagendakan akan mulai jam 20.00 WIB dan 1 jam lebih awal saya sudah ada di sana. Kesengajaan ini bukan tanpa sebab, saya bermaksud menikmati sajian musik britania 90an, sebagaimana tajuk acara "Tribute To 90's Alternative Music & Britpop Emerging Scene".

Semacam acara musik yang menjadi hajatan Midland Eatery bersama penggiat skena musik di jalan Bangbarung [resminya Jalan Ahmad Sobana], untuk mengenang kelompok musik yang hips di tahun 90an. Bisa jadi ini acara dedikasi untuk mereka yang tumbuh kembang kurun waktu 1990 sampai 2000.

Meryceleste, Neal dan Nil adalah nama-nama kelompok yang mendapat kehormatan tampil sebagai The Wannadies, Oasis dan New Radicals. Khusus malam itu mereka akan membawakan repertoar penting untuk menghapus kerinduan bersama nuansa britpop masa itu.

“Jadi tiap-tiap band akan membawakan lagu dari band di era tersebut yang mereka pilih sendiri,” tulis Gilang Nugraha dalam emailnya kepada HujanMusik!.

Tibalah saatnya Meryceleste muncul meramaikan venue dengan mengcover penuh The Wannadies. Sebagai band pembuka Festive!#1 malam itu, band pelantun "Orange" ini sudah menunjukkan upaya maksimal membawa penonton ke masa di mana The Wannadies tampil di Manchester Academy, Maret 2000.

Selepas Meryceleste, berikutnya giliran Neal membawakan koleksi Oasis. Menyaksikan Neal menjadi Oasis cukup membuat saya dan penonton lain tak ragu ikut menyanyikan "Don’t Look Back in Anger". Sing along yang kompak dari penonton cukup sukses mengalahkan dominasi gitar Deni dan ketukan drum Adit.

Semakin malam suasana semakin ramai. Nil yang mendapat giliran tampil langsung mendapat perhatian penuh penonton dan pengunjung Midland. Saya yakin Nil mampu menyuguhkan tampilan penting untuk pengunjung Festive!#1, setelah mereka kesulitan mencari ruang parkir. Salah satunya saat mereka membawakan lagu "Someday We'll Know", mereka seperti terasuki roh New Radicals. Berasa menyaksikan live performance New Radicals di depan mata tapi dengan formasi ala Blink 182 (tiga personil). Demikian halnya ketika proyek musik mantan vokalis Cause itu membawakan "Cemani", koleksi mereka sendiri. Begitu hardrock dan catchy di telinga.

Selepas Nil, tampilan band berubah menjadi wahana karaoke dengan pemandu Gilang Nugraha. Tak disangka peserta karaoke ini cukup banyak juga.

Di saat audiens sibuk berkaraoke saya menyempatkan diri menghampiri meja vokalis Rendy (Nil, former Cause) yang masih sibuk menyekat peluh.

“Heii apa kabar?”sapanya. Lontaran sapaan itu mengawali perbincangan kami, mulai dari eksistensi satu sama lain hingga pertanyaan apakah Nil itu?

“Nil ini adalah project music. Kami tidak terikat dan kami bebas berkolaborasi dengan musisi siapa pun yang memang ingin berkarya bersama kami,” jelas Rendy. Pilihan membuat project musik ketimbang group band menjadi alasan logis agar tidak terjadi pembubaran. Meski demikian jangan salah sangka, Nil rupanya telah memiliki belasan karya yang sedang disiapkan untuk direkam. Meski hanya perbincangan singkat, tapi dari situlah saya tahu kalau Nil mencoba menjadi proyek musik serius.

Selepas Festive!#1 saya mengharapkan dapat menemui karya dari Neal dan Nil terpampang di record store dalam waktu dekat. Paling tidak menuju akhir tahun 2017 penikmat musik di Bogor memiliki pilihan playlist lokal yang mendebarkan. Wow ga sabar...!

Tidak ada komentar