Terbaru

Sekolah Musik? Di Bogor Juga Ada!

Foto : SMKN 2 Cibinong

HujanMusik!, Bogor - Gesekan violin itu terdengar begitu menyayat, tampak sang pemain yang serius menikmati getaran nada, menghempas kalbu. Saya memang tak begitu paham repertoar apa yang sedang disajikan pemainnya, tapi membran timpani telinga langsung bergetar dan meneruskan sensasi syahdu, yang oleh impuls otak diterjemahkan sebagai bunyi.

Berkali-kali saya yakinkan bahwa yang memainkannya adalah remaja belasan tahun dalam balutan seragam sekolah putih abu, Helmi Hardico namanya. Bak komponis mapan, jarinya begitu lincah mengatur not-not yang dipadu gesekan pendek-panjang.

Apa yang saya saksikan sebenarnya profil sebuah sekolah musik di Cibinong di Kabupaten Bogor. Catat…!! Ini sekolah binaan pemerintah daerah, bukan sekolah musik privat seperti yang kita kenal selama ini.

Sedikit ke belakang, benak ini masih ingat betul. Suatu ketika di tahun 2014, sebuah tajuk berita tentang bakal berdirinya institusi seni di Bogor membuat saya cukup terhenyak. Kenal Bogor sejak 2005 dan mencoba terhubung dengan beberapa talenta seni di dalamnya, kabar munculnya institusi seni sudah barang tentu hal yang patut kita anggap menghenyakkan. Apalagi institusi yang dimaksud setingkat sekolah menengah atas dengan konsentrasi kejuruan bidang musik.

"Sekolah ini bernama SMK 2 Negeri Cibinong (Sekolah Menengah Musik) dan satu-satunya yang ada di Kabupaten Bogor," ujar Rony Kusmaya, Kepala Humas Dinas Pendidikan Kab. Bogor kala itu, seperti dikutip dari Republika.co.id, 2014 silam.

Untuk beberapa waktu kemudian saya tak begitu memperhatikan apakah sekolah yang dimaksud benar-benar berdiri atau sekedar cita-cita Bogor memupuk talenta calon musisi daerahnya.

Sampai pada akhirnya spanduk banner di ujung jalan Bangbarung memaparkan kabar gelaran Konser Orkestra “Sound of The Garden” di Taman Buah Mekarsari, April 2017. Konser ini mencatatkan penampil utama Sekolah Menengah Musik SMKN 2 Cibinong.

Sejak itulah saya merasa malu telah berprasangka bahwa institusi seni di Bogor sekedar catatan mimpi. Tak mungkin ada selain SMM Yogyakarta yang saya kenal selama ini.

Sesaat kemudian benar-benar sadar bahwa talenta muda Bogor rupa-rupanya begitu terampil menyajikan harmoni piano, violin, saxophone, cello, contra bass, trombone, flute, klarinet, piano, timpani, perkusi dan perangkat musik klasik lainnya.

Sekolah yang kemudian saya ketahui ada di bilangan Karadenan ini menjadi pertama dan satu-satunya di Bogor dan Jawa Barat.

Niat baik didirikannya sekolah ini memang demi mencetak dan menciptakan siswa-siswa yang siap tampil dan trampil, hingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Sepertinya arahnya memang tengah bergerak ke sana. Profil pengajarnya didatangkan dari Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung. Sesekali muncul juga dosen Institut Seni Indonesia, Jogjakarta. Tak hanya kalangan guru musik atau dosen saja. Beberapa di antaranya adalah musisi orkestra yang wara-wiri konser maupun belajar hingga ke Eropa.

Ah…malu ini semakin menjadi-jadi begitu menyadari petualangan saya bersama unit ska-reggae Cocktails bisa dikatakan tak ada apa-apanya. Disaat sekian tahun berkarya kami gini-gini aja. Tiga tahun berdiri, Sekolah Menengah Musik ini sudah memiliki harmoni orkestrasi yang mumpuni.

Kemampuan pelajar dalam menguasai musik klasik yang sistem notasi musiknya sudah digunakan sejak abad ke-16 pantas membuat saya iri. Mereka fasih membawa musik mencapai tinggi nada, kecepatan, metrum, ritme individual, dan pembawaan tepat suatu karya musik.

Terbaru, Ditimas Bagusramdhan, kompariot saya waktu sama-sama aktif di Majalah Hayu Bogor menyodorkan hasil liputannya soal sekolah ini. Dalam catatannya, Ramdhan mengutip ucapan Kepala Sekolah SMKN 2 Cibinong, Juniartini, S.Pd, bahwa SMKN 2 Cibinong adalah jawaban untuk memenuhi industri kreatif. Inilah yang membuat beda, Bogor sekali lagi menunjukkan responnya pada industri kreatif di Indonesia. “Melalui musik, siswa dan siswi dirangsang dalam hal kognisi, motorik serta afeksi. Sehingga mereka –siswa siswi– mulai dipersiapkan menjadi musisi profesional,” jelasnya.

Maka tak aneh bila komposer nasional sekelas Addie Muljadi Sumaatmadja atau yang lebih dikenal sebagai Addie MS, datang ke sekolah yang berlokasi di Jl. SKB No. 1 Kelurahan Karadenan Kecamatan Cibinong Kabupaten Bogor itu. Kedatangannya pada Maret 2017 lalu itu adalah untuk meminang 9 siswa SMKN 2 Cibinong. Mereka kemudian dilibatkan dalam konser bertajuk Indonesian Youth Orchestra di Balai Sarbini, Jakarta 28 April. Mereka di antaranya, Helmi Hardico Herlambang (Violin), Anindya Adi Marshelly (Violin), Fahri Ibnu Iskandar (Viola), Irfan Wiryawan (Cello), Tubagus Syahrul (Contrabass), Ana Choirun Nisa (Flute), Aninda Kurniasih (Flute), Anzhar Febrianto (Trombone), dan Yusuf Pratama (French Horn).

Jadi sepertinya sudah terjawab, kalau Bogor punya sekolah musik dan lulusannya tak dinyana menarik minat kebutuhan industri kreatif Indonesia. Jika sebelumnya cukup sebagai pengagum sekolah musik kota/daerah lain, kini harus bangga bercerita bahwa Bogor punya sekolah dengan kekuatan musik klasik di dalamnya.


Ya.. baiklah, suatu ketika saya harus anjangsana ke sana. Membuktikan sendiri bagaimana bermusik itu asik dan harus dibawa asik, se-klasik apapun pengantarnya.


Untuk hal ini saya harus setuju dengan Aristoteles bahwa musik mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.

Tidak ada komentar