Terbaru

Keinginan Hadir di Konser Dream Theater; Kenyataan Menyimak A Curious Voynich


HujanMusik!, Bogor - Jujur, sepekan ini melahap bacaan terkait bakal tampilnya teater impian ke bumi Mataram membuat emosi jiwa saya sedikit labil. Kejam memang, tanpa ba-bi-bu, nir intro, sejak 1 Agustus lalu ramai terusan unggahan akun twitter @RajawaliIndo perihal Dream TheaterJogjaRockarta. Tak mau termakan hoax, saya pun coba telusuri informasi resmi dari band asal Boston, Amerika Serikat itu.

Benar saja, mereka memang mengkonfirmasi jadwal bahwa pada 29 September 2017 akan singgah di Yogyakarta setelah gelaran 25th Anniversary di Bangkok. Jadwal di Jogja terpampang nyata di http://www.dreamtheater.net/tour

Aaaahhh….kebenaran itu menyakitkan. Barangkali demikian ungkapan yang tepat setelah menyadari ketidakpastian bisa hadir atau tidak untuk melihat pertunjukan Dream Theater. Sebagai orang yang tumbuh dengan menyaksikan hajatan panggung rock di Jogja, sepertinya kelewatan kalau tidak hadir dan menyaksikan.

Demi memupus ketidakpastian, saya coba mengalihkan pendengaran kepada beberapa rilisan lokal Bogor. Bukan….saya tidak sedang menikmati folk maupun instrumental rock sebagaimana biasanya. Kali ini saya harus mem-bebek minat rekan-rekan di HujanMusik! seperti Rizza, Brock dan Graditio yang tengah sibuk dengan playlist metal dan hardcore.

Sodoran "Hellraisers"-nya Last Pain maupun "We are Brother" dari Defence Mind memang sedikit membantu menghadapi kenyataan. Keduanya termasuk veteran musik keras di Bogor yang pada masanya tidak sulit menemukan venue di mana mereka hadir sebagai penampil utama.

Dalam suatu ketidaksengajaan, saya juga menemukan rilisan proyek hardcore sadis tahun 2013. Rilisan bertajuk "A Curious Voynich - The Encryption Of Secret Messages EP" begitu enerjik untuk ukuran telinga saya. 

Mohon dimaklumi, telinga saya termasuk jarang menyimak sound hardcore secara serius. Jarang ya…bukan berarti tak pernah. Untuk itu sematan ‘awam’ rasa-rasanya ikhlas tetap saya terima kok.

Saking awamnya, saya pun baru tahu bahwa A Curious Voynich (ACV) adalah sebuah proyek dari Dito Buditrianto (gitaris Cause & The Glans) dan Gustmar Helmy (vokalis Hate To Think, Gravebehold). Saya tak begitu mengenal seorang Dito, namun untuk nama kelompok Cause sepertinya cukup familiar. Band ini beberapa waktu lalu sibuk konser perpisahan yang menghenyak publik musik di Bogor. Demikian halnya dengan Gustmar, tak banyak interaksi yang pernah saya lakukan, kecuali pertemuan tak sengaja di Kedai Kalam, di bilangan Bangbarung, Bogor Utara.

Puas menyimak 5 nomor EP yang dipamerkan ACV di laman Hujan! Rekords, sedikit melipir dan membaca ulasan soal proyek duo yang terbentuk awal 2013 lalu ini. 

Proyek ini diakui kental terpengaruh oleh sound post hardcore dengan paduan musik seperti Counterparts, Defeater, NORA dan lainnya.

Sempat merilis maxi-single berisikan dua lagu berformat CDr yang hanya dibuat 20 keping. Setelahnya mereka juga tampil live untuk pertama kalinya dengan bantuan tiga orang kolaborator pada perhelatan tur Kids On The Move (Malaysia) di Bogor. 

Selanjutnya bersama Hujan! Rekords, ACV merilis EP berjudul "The Encryption of Secret Messages". Sebuah album konsep yang semua lagunya saling berkaitan dan harus didengarkan secara utuh. 

“Pada proses produksi materi lagu, ACV dibantu oleh Ade (drummer unit groove metal/nu-metal muda asal Bogor, Benigno Anthony) sebagai kolaborator. Artwork dari EP ini dibuat oleh Bebe Wahyu seorang illustrator/street artists/desainer grafis yang juga mengerjakan artwork pada rilisan maxi-single ACV serta artwork dan booklet album terbaru milik Cause The Man In Suit." tulis Hujan! Rekords.

Selepas menyimak Last Pain, Defence Mind dan A Curious Voynich, apakah saya sudah terima kenyataan? Sayangnya belum. Hingga detik ini saya masih berjuang  mendapatkan ijin dan restu untuk bisa ke Jogja dan menyimak teater impian di sana. 

Saya memang telah melewatkan pre-sale tiket pada 3 Agustus lalu, masih ada kesempatan berburu tiket reguler konser Dream Theater seharga Rp 950 ribu (Festival A) dan Rp 450 ribu (Festival B) di beberapa situs penjualan tiket online maupun e-commerce.


Doakan saya….

Tidak ada komentar