Terbaru

7 Resep Woles Di Sesaknya KRL Commuter Line

Di gerbong kereta, desak-desakan penumpang saat jam berangkat dan pulang kerja adalah resiko yang harus dijalani. Salah satu cara paling mudah untuk ‘keluar’ dari situasi itu adalah mendengarkan musik. Foto : @dimasacun.
HujanMusik!, Bogor - Sebagai salah satu kota penyangga Jakarta, setiap hari Bogor mengirimkan beribu-ribu stok SDM, entah melalui jalur kereta, bis, maupun kendaraan pribadi. Misalnya Stasiun Bogor, yang setiap hari kerja sudah ramai sejak matahari masih sembunyi di balik Gunung Pangrango.

Di gerbong kereta, desak-desakan penumpang saat jam berangkat dan pulang kerja adalah resiko yang harus dijalani. Seperti halnya ujian, kondisi ini sarat dengan “posisi menentukan prestasi”. Beruntung jika KawanHujan berpostur tubuh sedang sekaligus lincah nan gesit. Jikapun tak mendapatkan kursi untuk pura-pura tidur sampai stasiun tujuan, setidaknya KawanHujan bisa memilih spot dekat kipas angin.

Bagi orang yang baru pertama kali mengalami, keadaan itu pasti terasa menyebalkan. Sudah dandan rapi dengan outfit of the day dan semprotan parfum dari toko isi ulang parfum langganan, dirusak dalam waktu sekian puluh menit dalam gerbong yang memang didesain agar memuat lebih banyak orang berdiri daripada duduk.

Saat pulang, kondisi bisa lebih parah lagi. Stamina dan kesabaran yang tercurah di tempat kerja harus kembali diperas oleh sempitnya ruang, ditambah aroma badan yang tercampur-campur tanpa resep.
Ya, niat ikut serta dalam mengurangi kemacetan memang butuh pengorbanan, dan setelah bilang “mau gimana lagi”, akhirnya orang-orang pun membiasakan diri dengan hal tersebut.

Salah satu cara paling mudah untuk ‘keluar’ dari situasi itu adalah mendengarkan musik. Berikut ini HujanMusik! mencatat tujuh pilihan lagu untuk menemani KawanHujan menjalani hal-yang-tidak-enak-tapi-mau-gimana-lagi itu.

“Pagi”  – Pure Saturday

Jelas, kita harus tahu tempat kita menuju. Harapan dan keyakinan harus selalu ada di kantong untuk mengawal kita sepanjang hari. Sambil menunggu masinis tancap gas, dengarkan lagu ini dan tanamkan di hati bahwa KawanHujan sedang “pergi menuju bintang”.

“Zona Nyaman” – Fourtwenty

OST film “Filosofi Kopi 2” ini sangat menarik. Fourtwenty mengajak kita untuk keluar dari zona nyaman dengan cara yang nyaman. Seolah-olah ingin memberi tahu, hidup di luar zona nyaman ternyata tidak seburuk itu. Banyak asiknya juga. Tapi memang tidak harus dan tidak bisa semua orang seperti itu. Yang jelas, lagu ini mengingatkan kita untuk bekerja dengan hati dan tidak terjebak dalam ambisi.

“Positive Mental Attitude” – Kemuri


Kita mulai tingkatkan tempo demi menjaga mood. Lagu ska-core dari band asal Jepang ini selain bikin lincah, juga bisa mengingatkan kita untuk tetap berpikir dan bertindak positif. Cocok didengarkan saat KRL akan memasuki wilayah Depok di mana para penumpang sudah siap menunggu untuk menambah desakan di gerbong.

“Dancing Dandy Didudam” – Douets Mauet’s

Lagu dari duo musisi asal Bogor ini sangat penuh gairah. Dengan formasi yang berdua-aja-rame, “Dancing Dandy Didudam” bisa membuat KawanHujan merasakan kembali adrenalin masa-masa SMA, di mana “yang penting enjoy” dan “kumaha engke we” masih erat dipegang. Ya, kadang kita perlu kembali menghadirkan motivasi semacam itu.

“Jump” - Van Halen

Salah satu nomor ciamik dari Van Halen ini memang masih layak didengar. Tapi jangan sampai terbawa sampai melompot-lompat dalam gerbong, kecuali KawanHujan memang hobi dicerca dan dilempar ke luar. Tapi seperti kata Acun, seorang teman yang suka musik tapi ga bisa nyanyi, mendengarkan “Jump” memang tokcer untuk menghadapi tantangan berat di dalam kereta.

“Natania” – Cause
Cukup dengan lagu keras. Saatnya melenturkan otot karena stasiun tujuan hampir sampai. Direkomendasikan oleh rekan saya, Rizza Hujan, lagu milik band brit-pop asal Bogor ini memang cocok untuk menjaga KawanHujan tetap woles. Seperti judul lagunya, “Natania”, yang artinya hadiah dari Tuhan, lagu ini mengingatkan kita untuk tidak terlalu ambisius dalam mengejar keinginan. Ada baiknya jika kita berusaha sederhana dan bersyukur. Sayang sekali, Februari 2017 lalu mereka mengadakan Farewell Show yang menandakan berakhirnya perjalanan band ini.

“So Right” – Music For Sale

Sepakat dengan Rizza Hujan, bahwa lagu ini terdengar seperti lagu orang bule, padahal band Bogor punya. “So Right” adalah salah satu lagu yang menjadi OST film “Hari Untuk Amanda” (2010). Lagu ini bercerita tentang curahan perasaan cinta dan keinginan untuk membahagiakan orang yang dicintai itu. Memang harus selalu ingat, kita bekerja demi membahagiakan orang-orang yang kita cintai.

Itulah tujuh lagu yang bisa membuat KawanHujan tetap woles, positif, sumringah, di tengah perjalanan dalam KRL CL yang crowded. Harapannya adalah KawanHujan selalu bersemangat menjalani hari dan tidak berhadapan dengan momen yang tidak diharapkan. Juga ingat untuk tetap fokus dan waspada. Jangan sampai KawanHujan menjadi korban tangan-tangan jahil di dalam kereta.



Tidak ada komentar