Terbaru

“Year of A Down” Lompatan Ala S.P.R.M

Oleh : Husni Mubabrok


HujanMusik!, Bogor – Ada yang mencuri perhatian ketika saya terhenti di lampu merah pertigaan Tugu Kujang dan melihat tayangan videotron yang terpampang jelas di sana. Sebuah pemandangan langka, karena yang ditayangkan adalah cuplikan video klip salah satu band numetal Bogor, S.P.R.M (sebelumnya bernama SPERM). Saya mengenangnya sebagai tayangan langka, mengingat ranah visual publik kita biasanya didominasi produk tertentu. Kali ini klip musik lokal ditempatkan sebagaimana mestinya.

Sebuah manuver yang luar biasa dari S.P.R.M, walau tidak begitu mengejutkan jika mengetahui siapa saja yang berdiri di balik nama itu. Beberapa di antaranya sudah saya kenal secara pribadi.

Berdiri sejak tahun 2015, S.P.R.M terdiri dari personil-personil yang bisa dikatakan cukup senior di Bogor. Mereka terdiri dari Sandy (vocal), Buyung Faiz (gitar & sampling), Etet (gitar & effect), Sihab (bass) dan Adeville (drum).

April 2017 lalu, S.P.R.M merilis single pertama mereka berjudul “Year of A Down”, yang cuplikannya ditayangkan di videotron pertigaan Tugu Kujang, Bogor, seperti yang saya tulis di atas. Video ini disutradarai oleh Acoy Rocker Kasarunk (Lancar Jaya Studio) yang sering saya temui beraktifitas di FakeHero Recording Studio. Versi full dari video ini bisa KawanHujan! lihat di SPRM Official, kanal YouTube resmi S.P.R.M. Sedangkan versi audio bisa didapatkan di itunes, spotify, joox dan digital store lainnya.

Bagi saya, “Year of A Down” adalah sebuah lagu yang sangat emosional baik dari segi komposisi maupun lirik. Sebuah ciri khas yang memang selalu melekat pada lagu-lagu numetal. Dibuka dengan kombinasi gitar dan sampling bernuansa kelam, lalu disambut hentakan bit dan distorsi yang bertenaga serta konsep audio yang tergarap rapi, lagu ini mampu membuat siapapun ingin melompat.

Ya, melompat. Itu juga yang menjadi benang merah lagu “Year of A Down”. Ditulis oleh Sandy, lagu ini bercerita tentang masa-masa kelam yang dialami seseorang. Tapi meskipun terpuruk, kita harus tetap berjuang untuk bisa keluar dari keterpurukan itu; melompat menuju masa depan yang lebih baik. Bersemangat dan optimistis; nuansa yang memang ingin dihadirkan oleh S.P.R.M dalam lagu-lagunya.

Selain “Year of A Down”, S.P.R.M juga tengah menggarap lima lagu lain. Sejauh ini mereka telah menyelesaikan empat lagu, sedangkan dua lagu lainnya masih dalam proses. Keenam lagu tersebut rencananya akan mereka rilis dalam mini album berjudul “Power of Rage”, di bawah Revenge Management, akhir tahun ini.

Kehadiran S.P.R.M tentu saja akan meramaikan pergerakan musik di Bogor, terutama di skena numetal. Dan, mengingat kualitas dari masing-masing personel band ini yang sudah mumpuni, rasanya tak berlebihan jika kita berharap S.P.R.M bisa mewakili Bogor di kancah nasional bahkan global.

Semoga.

Tidak ada komentar